PB, Jakarta – Ternyata Direktur Eksekutif Charta Politika (CP), Yunarto Wijaya dianggap sebagai seorang penjilat oleh mantan staff khusus SBY, Andi Arief.

Andi bahkan secara terang-terangan menyerang Yunarto melalui akunnya @AndiArief_AA dan menyebut jika Yunarto tidak lebih dari seorang Plagiat dan menyebut Yunarto analis ngawur dengan hasil survey yang suka dimanipulatif.

Tweet Andi ini tanggal 19 Maret 2016 lalu, juga membongkar kedok Yunarto terkait dengan dendamnya kepada SBY akibat keinginannya menjadi jubir presiden SBY ditolak lalu akhirnya marah.

2016_3_30_8_20_38_335_PMYunarto Wijaya mengeluarkan rilis hasil survey lembaganya (30/4/2016), Charta Politika, dengan memenangkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kantor jalan Cisanggiri 3 nomor 11 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Namun dengan jumlah responden yang hanya berjumlah 400 orang tidak bisa dijadikan acuan, ” Masa hanya 400 orang, sementara jumlah pemilih DKI mencapai 7 juta lebih, ini namanya survey abal-abal ?” ujar Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo).

Pada tahun 2012 lalu, Charta Politika pernah mendapatkan serangan dari PKB karena mengatakan jika PKB sudah hancur dan tidak akan mendapatkan kursi di senayan, dengan hasil survey yang hanya 2,6 persen.

Namun pihak PKB tidak menganggap CP sebagai sebuah lembaga yang independen dan otoritatif, bahkan justru dianggap hanya sebagai lembaga survey yang menyesatkan.

“Mereka (CP) lembaga survey yang bisanya hanya menjilat junjungannya, bukan lembaga independen, kasus PKB 2012 lalu, lihat saja responden 1.200 mau dibandingkan dengan jumlah jiwa pilih Indonesia yang puluhan juta dan mau dianggap sebagai lembaga yang sudah layak,” ujar Bastian.

Dan hasilnya memang terbukti jauh dari ucapan CP dimana pileg 2014 PKB justru mendapatkan 47 kursi di senayan.

(Jall)

loading...