PB, Jakarta – Akhirnya semua semakin terang benderang dengan kedekatan Hanura dan Ahok yang selama ini tertutup dengan gencarnya Teman Ahok kepada warga DKI yang mengklaim jika mereka adalah “perahu” yang akan dipakai Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI.

Pembohongan kepada warga DKI terungkap ketika Ketua Tim Pilkada Pusat Jakarta, Erik Satrya Whardana mengakui jika Hanura menerima uang sebesar Rp. 50 juta untuk biaya administrasi pencalonan.

“Siapa yang menjadi penipu politik disini, Ahok dan Teman Ahok yang sesumbar pakai jalur Independen, atau Hanura yang buka kedok jika Ahok ingin maju melalui partai,” ujar Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia, (Geprindo).

Menurut Erik uang Rp. 50 juta akan dipakai untuk biaya administrasi, dimana Rp. 10 juta dipakai untuk pendaftaran dan Rp. 40 juta untuk melakukan hasil survey di internal partai.

“Kalau memang (Hanura) mendukung Ahok yang melalui jalur independen, ngapain pakai biaya pendaftaran, independen tanpai partai juga bisa, aneh !” ujar Bastian keheranan.

Jika memang akhirnya Ahok akan menggunakan jalur partai maju ke Pilkada DKI, menurut Bastian Ahok tercatat sebagai manusia yang paling munafik dan penipu dalam sejarah politik Pilkada Indonesia.

“Ngomong tidak mau pakai partai karena ada biaya, lalu pakai independen, sekarang ikutan masuk sebagai calon yang akan di usung Hanura dengan beri uang pendaftaran,” ujar Bastian sengit.

Bahkan Bastian mempertegas agar warga DKI jangan memilih pemimpin seperti Ahok.

“Sekarang saja sudah berbohong dan tidak punya pendirian, bagaimana kalau memimpin Jakarta, ini yang sudah kami duga sebelumnya, makanya kami keras tidak mendukung Ahok yang hanya bagus di pencitraan melalui media polesan,” ujar Bastian marah.

Bagaimana dengan nasib Teman Ahok jika akhirnya Hanura menerima keberadaan Ahok ikut pilkada melalui partai ?

Bastian menganjurkan agar Teman Ahok segera memberitahukan kepada seluruh warga DKI di media terkait dengan tidak bagusnya Ahok mempermainkan mereka.

Bastian bahkan memprediksi jika nantinya bukan Heru yang akan menjadi wakil, tapi kembali menarik Djarot karena ingin memakai PDIP.

“Bukan tidak mungkin, Ahok juga dikenal sebagai manusia yang tidak punya rasa malu dan harga diri, walaupun sudah melakukan tindakan tidak terpuji kepada Djarot dan PDIP, demi kekuasaan dia pasti akan lakukan itu,” ucapnya yakin.

(Jall)

loading...