PB, Jakarta – Karena sudah merasa tidak kuat menahan sakit, Dudi (53) warga Mega Mendung, Bogor menelpon adiknya Hermawan, agar menjemputnya di Terminal Kampung Rambutan.

Hermawan yang sudah standby di Terminal menunggu bus Gapuraning Rahayu yang melayani jurusan Karang Pucung (Cilacap) – Jakarta, namun sesuai dengan jadwal bus yang di tunggu tidak masuk ke tempat menurunkan penumpang.

Akhirnya Hermawan mencoba mengecek langsung ke pool, dan diberitahukan jika Bus dengan nomor polisi Z 7616 TE warna biru, terpaksa menurunkan penumpang di pinggir trotoar dekat Pos 3 dishub.

Hermawan langsung bergegas dan sempat bertemu dengan penumpang, dan disampaikan jika mereka terpaksa turun karena ada penumpang yang meninggal dunia.

Begitu mendengar ucapan penumpang yang sudah turun, Hermawan langsung merasakan jika penumpang tersebut adalah kakaknya Dudi. Ketika naik, Hermawan memastikan benar jika korban adalah kakaknya.

Dari keterangan supir dan kernet jika korban memang sudah mulai terlihat sedikit lain, ketika mereka berhenti makan di warung tempat makan di Daerah Ngagrek, di sekitar Bandung.

“Dia (korban) sempat ikut turun, namun kami tidak memperhatikan apakah dia makan atau tidak, namun korban memang naik paling terakhir, dan terlihat sedikit pucat,” ujar Pak Ade kondektur Bus.

Ade sendiri tidak tahu pasti kapan meninggalnya, dirinya hanya mendapat laporan dari penumpang, jika ada salah satu penumpang tidur namun tidak mau bangun.

Hermawan yang sempat di wawancarai pembawaberita.com mengatakan jika saat ini pihak keluarga sudah diberitahukan, dan mereka sudah pasrah, korban sendiri akan dibawa ke Cilacap untuk di kuburkan.

Pihak kepolisian dari Polsek Ciracas sudah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari serta keterangan dari seluruh saksi, termasuk keterangan dari Hermawan.

(Jall)

loading...