PB, Jakarta – Selasa, 5 April 2016, Presiden Jokowi menapaki Pulau Morotai, untuk melakukan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya, yang pernah diklaim oleh PLN sebagai PLTS terbesar di Asia Tenggara.

PLTS Morotai mulai dibangun tahun 2011 oleh Presiden SBY, dengan kapasitas 350 Kilowatt.

Diharapkan mampu untuk mengatasi persediaan listrik di Pulau Morotai yang memang sangat minim untuk ketersediaan listrik.

Pembawaberita.com sendiri sempat di Pulau Morotai, ketika mengikuti kegiatan Sail Morotai 2012 yang dicanangkan Presiden SBY, dan melihat langsung lokasi PLTS yang berada di desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.

Namun sebelum PLTS dijalankan, kondisi listrik di Morotai, bisa dikatakan sangat jauh dari layak, karena kadang sejak pagi hingga siang atau siang menjelang sore lampu mati.

Sementara mesin yang ada, dirasakan cukup memprihatinkan mengingat mesin-mesin tua, dan baru diperbaiki menjelang kehadiran SBY untuk pelaksanaan Sail Morotai.

Kehadiran PLT sendiri memang sudah lama diidamkan warga agar bisa berjalan mulus dan pasokan listrik di Pulau Morotai mencukupi.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, baru saja diresmikan, keesokan harinya, rabu (6/4) melalui akun Facebook milik Gunawan Radjiman mengatakan jika listrik menjelang siang sekitar pukul 13.30 lampu kembali padam.

Bahkan Gunawan menuliskan dengan maksud bercanda namun serius, menanyakan posisi Menteri ESDM dimana, dengan maksud agar melihat kinerja bawahannya.

(Jall)

loading...