PB Jakarta ; Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa menjaga laju inflasi. Pasalnya, inflasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jokowi menitipkan pertumbuhan ekonomi di daerah agar terus di jaga. Pertumbuhan di daerah, kata Jokowi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Kalau pertumbuhan ekonomi di daerah baik, baik, baik, nanti di nasional juga akan baik,” kata Jokowi, Jakarta, Jumat.

Jokowi melanjutkan, angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang terjaga juga mempengaruhi realisasi serapan APBD. Artinya, jika kedua faktor itu membaik, maka perputaran uang di daerah membaik.

“Artinya, jangan memakai pola-pola lama. Kendalikan dinas-dinas agar bulan-bulan awal tahun itu proyek, program sudah dimulai. Begitu diketok langsung mulai, sehingga bulan Februari sudah mulai, maksimum Maret sudah mulai,” tambahnya.

Menurut Jokowi, pola penyerapan anggaran yang lama baru bisa dimulai ketika menjelang akhir tahun. Hal itu, kata Jokowi, memberikan dampak nyata terhadap kinerja pemerintah.

Jokowi mencontohkan, jika pembangunan suatu infrastruktur dimulai akhir tahun, maka pekerjaan berbarengan dengan musim hujan. Hasilnya, bangunan infrastruktur tidak berjalan sesuai target.

Oleh karena itu, Jokowi menyarankan, kepada seluruh pejabat daerah untuk tidak terlena dengan arus birokrasi yang lama. Jokowi menegaskan, seluruh pejabat daerah harus bisa mengubah kebiasaan lelet dalam merealisasikan suatu infrastruktur.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah menjadi lebih baik. Kalau di awal-awal-ingat, kalau uang tidak keluar dari APBD, artinya tidak ada perputaran uang di daerah itu. Sehingga pertumbuhannya saya pastikan, kalau di awal tahun, sudah hapal saya, hampir semua di daerah pasti rendah dan nasionalnya juga ikut,” tandasnya. (Iqp)

loading...