PB Jakarta : Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akhirnya menyetujui usulan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perubahan fraksi harga saham (tick price). Pasar modal pun memastikan perubahan fraksi harga saham akan keluar pada Mei 2016 nanti.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya, Jum’at.

“Dalam waktu dekat akan ada perubahan fraksi harga saham. Dengan begitu, diharap dapat meningkatkan likuiditas saham,” ucap dia.

Perubahan fraksi harga saham sesuai dengan yang diusulkan selama ini. Usulan fraksi saham tersebut ada lima kelompok saham, yang pertama dengan harga saham Rp50-200 memiliki fraksi saham Rp1, kelompok kedua dengan harga saham Rp200-500 memiliki fraksi saham Rp2.

Kemudian, kelompok ketiga dengan harga saham Rp500-2.000 memiliki fraksi saham Rp5, kelompok keempat dengan harga saham Rp2.000-5.000 memiliki fraksi saham Rp10, dan kelompok kelima dengan harga saham di atas Rp5.000 memiliki fraksi saham Rp25.

Sebelumnya, hanya ada tiga kategori fraksi saham, yaitu harga saham Rp50-Rp500 fraksi harga Rp1, harga saham antara Rp500-Rp5.000 memiliki fraksi harga Rp5, dan harga saham di atas Rp5.000 memiliki fraksi harga Rp25.

Lebih lanjut Alpino menjelaskan, perubahan fraksi harga saham ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal. Sebab, .dengan ditambah kelompok fraksi harga saham, investor bisa lebih mudah melakukan transaksi saham, akhirnya likuiditas pun meningkat dengan sendirinya.

“Mungkin transaksi investor butuh kemudahan untuk transaksi cost yang murah. Harapannya untuk ke depan, investor yang trader atau short term bisa lebih cepat lepas sahamnya, karena dalam harga yang tercover. Tapi,” pungkasnya. (Iqp)

loading...