PB, Jakarta – Heboh pesta miras dalam pertemuan antara Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dengan para pendukungnya di kediaman Ahok, Jumat (8/4) menyisakan kegetiran sebagain besar warga Jakarta.

“Jadi pemerintahan kita ini salah satu pemerintahan yang masuk kategori haram, dalam islam tidak dibenarkan adanya minuman alkohol walaupun itu cuma 5 persen,” ujar Heikal Safar salah satu tokoh muslim dari Partai Priboemi.

Pernyataan Heikal ini dikarenakan selama ini Pemprov memiliki saham diperusahaan Bir, dan ini artinya menurut Heikal Pemprov DKI harus melepaskan saham tersebut.

PT. Delta Djakarta Tbk adalah salah satu perusahaan yang memproduksi miras jenis Bir dengan nama San Miguel, Anker Bir, Carlsberg dan Kuda Putih, pemprov memiliki saham sebesar 25,26 persen, melalui dua perusahaan Municipal Government Of Jakarta dan BP. IPM Jaya.

“Pemerintah Daerah memang harus mendapatkan PAD untuk daerah, tapi bukan dengan cara begini (jualan miras),” ujar Heikal geram.

Menurut Heikal persoalan miras adalah masalah akidah, jika memang pemprov itu milik perseorangan silahkan, namun Pemprov adalah milik seluruh warga Jakarta, jadi ini harus segera dibenahi.

“Dan apa yang terjadi ? Ahok dengan enaknya menyuguhkan miras kepada anak-anak muda yang dia undang, dan pasti ini bukan yang pertama kalinya terjadi,” ujar Heikal.

“Dalam foto tampak sekaleng bir didepan Ahok, dan ini artinya Ahok sengaja mengajarkan para anak muda untuk minum minuman keras, dan foto yang tersebar bukan tidak mungkin akan dilihat anak dibawah umur lainnya,” Ujar Heikal marah.

Heikal meminta para ulama agar bisa bertindak tegas terkait dengan kepemilikan saham oleh Pemprov DKI di perusahaan yang memproduksi bir.

Sementara Kementerian Dalam Negeri sendiri sudah melarang pihak Pemerintah Daerah memiliki pendapatan daerah yang bersumber dari minuman keras, namun Ahok seperti sengaja membiarkan.

Ahok sendiri membiarkan adanya saham di perusahaan yang memproduksi Bir, dengan alasan jika minum Bir tidak mematikan, beda dengan miras oplosan.

Namun Heikal tidak bisa menerima alasan Ahok, Heikal mengingatkan Ahok jika Jakarta adalah Kota yang memiliki penduduk yang beragama muslim terbanyak, dan itu artinya Ahok harus punya tenggang rasa kepada yang beragama muslim.

“Kalau agama lainnya membiarkan, silahkan, tapi Islam tidak, jika Ahok tetap sengaja membiarkan berarti Ahok termasuk menghina muslim di Kota Jakarta,” pungkas Heikal.

(Jall)

loading...