PB, Jakarta – Undangan yang disebar Ahok kepada 20 pendukung yang dianggap Ahok adalah pendukung elit, terus menuai cerita.

Mereka diundang untuk membahas persoalan terkait dengan kondisi terkini Ahok yang sedang menghadapi panggilan dari KPK pada hari selasa (12/4) nanti.

Para undangan yang banyak berkecimpung dan sangat aktif di bidang sosial media ini diharapkan Ahok dapat menghadang laju para netizen dari kelompok Jempol Rakyat (JR) yang sampai saat ini selalu saja membuat Ahok merasa terganggu, terutama persoalan hestek yang selalu saja masuk dalam Trending Topik Indonesia.

Alhasil pertemuan yang juga diisi dengan acara makan malam, berlangsung dengan semangat, hingga akhirnya beberapa anggota lainnya sempat mengabadikan dengan foto.

Salah satu undangan, Dede Budhyarto melalui akunnya @kangdede78, mengupload foto dan ditujukan buat akun @nonarray yang mempertanyakan keikutsertaan Dede dalam undangan ke kediaman Ahok, Jumat (8/4).

Rupanya Dede Budhyarto gerah ketika dirinya harus menerima kenyataan jika foto yang seharusnya bisa dipamerkan dan dijadikan kebanggaan, justru menjadikan dirinya kena serangan, bahkan dari rekan sesama pendukung Ahok

2016_4_10_8_38_7_292_AM_1Panasnya komentar yang bersahutan terkait foto tersebut, akibat terbukanya kedok mereka, jika dalam pertemuan tersebut para undangan termasuk Ahok berbincang sambil menikmati miras, jenis bir bermerek Anker dan San Miguel.

Tidak terima diserang, Dede akhirnya malah balik menyerang @nonarray dengan tweet yang sama sekali tidak berhubungan dengan persoalan foto.

Bahkan ucapan Dede melalui tulisan di akunnya sangat tidak sopan, ditengarai Dede kalap dan panik, hingga mencari perlindungan dari pengikutnya.

“Ini soal foto yang diupload, kok jadi nyerang bawa-bawa soal pengharum yang gak ada hubungannya, atau Dede masih mabuk bir ?” Ujar @dapitdong melalui delivery message.

Dalam tweetnya Dede menyerang @nonarray persoalan sabun, pengharum dan bau (maaf) kentuk yang sama sekali tidak hubungannya dengan persoalan foto yang dia banggakan awalnya.

Bahkan yang lebih parah Dede terkesan menyerang, bahkan mungkin bisa dikatakan mengancam keselamatan @nonarray.

“Bisa jadi ada “ancaman” dari Dede kepada nonarray, ketika mengunggah potongan foto-foto, dengan menyebut, oh….alumni SMU 1 Bandung Mak @nonarray ?” Ujar @AjengCute16.

Ajeng merasa ketidaknyamanan tersebut dikarenakan ada maksud apa Dede mempertanyakan persoalan alumni @nonarray dari SMU 1 Bandung, yang tidak ada hubungannya dengan persoalan foto.

2016_4_10_5_40_49_920_PM_1Rupanya Dede tidak berhenti disitu, untuk memperbaiki namanya di mata pasukan Buzzer yang sudah marah kepadanya, Dede membiat poling yang pilihannya sangat menghina dan melecehkan @nonaray.

“Kalau memang dia jantan akui saja kesalahannya, jangan malah menghina dan melecehkan wanita,” ujar Ajeng jengkel dengan perilaku Dede yang dianggapnya sangat tidak beretika.

Ajeng sebagai sesama wanita merasa heran dengan perilaku Dede yang mengaku sebagai seorang lelaki tulen, dikarenakan foto yang dia upload sendiri tanpa diminta kenapa justru kemarahannya ditujukan kepada @nonarray yang hanya menanyakan keberadaan Dede di pertemuan.

Sebelumnya Dede juga sempat mencoba melakukan pembenaran atas kesalahannya mengupload foto “pesta” miras dengan beralih menyerang akun @KRMTRoySuryo, mantan Menteri di era SBY, dengan memuat ulang gambar yang memperlihatkan rombongan yang memakai baju Demokrat, dan beberapa botol bir di atas meja.

Namun justru Dede tidak berkutik ketika ditegur oleh Edy A Effendi melalui akunnya @eae18.

“Woiiii pendukung Ahok gak usah bully pesta bir kaum Demokrat. Sama-sama donyan ngebir, mbok ya saling menghormati,” tweet Edy, yang hanya mampu dijawab Dede dengan satu kata, ” Toast (smiley)”.

(Jall)

loading...