PB PURWOREJO – Konser musik Endnk Soekamti di alun-alun Purworejo Sabtu (9/4/2016) menuai protes dari MKKS (Musyawarah Kepala Kepala Sekolah) SMP dan SMA/K. Sebab, konser tersebut dilaksanakan menjelang ujian sekolah. Mereka menilai dengan adanya konser tersebut bisa menggangu konsentrasi belajar siswa.

“Kami khawatir konser musik di alun-alun Purworejo akan menggangu siswa yang akan mengikuti ujian sekolah. Konser berlangsung malam Minggu sedang Senin akan dilaksanakan ujian sekolah untuk SMP,” kata Drs. Sartono MM, Ketua MKKS SMP.

Konser Endank SoekamtiDikatakan, pada dasarnya mereka tidak keberatan apalagi melarang karena konser musik bersifat hiburan. Hanya saja waktunya sangat tidak tepat, sehingga mereka agar konser itu ditunda atau tempatnya dialihkan.“Namun karena konser itu sudah terlajur diijinkan kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya.

Lanjut dia, dengan tetap digelarnya konser tersebut pihaknya sangat menyayangkan lantran hal itu akan berdampak buruk bagi dunia pendidikan.

Padahal, kata Sartono, hal itu sebenarnya bisa dicegah karena sebelum keluar ijin sudah terlebih dulu diadakan pertemuan membahas masalah tersebut. Pertemuan dilakukan antara Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (KPMPT) Purworejo, Polres, Kesbangpol, Satpol PP, Takmir Masjid Agung, LSM dan tokoh masyarakat.

Pertemuan bahkan dilakukan sampai tiga kali untuk menyerap masukan. Dari hasil koordinasi tersebut tidak ada masukan yang memberatkan utamanya dari Dindikbudpora sehingga diputuskan untuk diberikan ijin untuk penyelanggaraan konser itu.

Menurut Sartono, menyikapi hasil koordinasi itu dirinya dan Ketua MKKS SMA, Padmo Sukoco, ketua MKKS SMK, Gandung Ngadina dan perwakilan tokoh masyarakat pernah menemui Kepala Dindikbudpora Purworejo, Drs. Muh.Wuryanto untuk menyampaikan protes. “Karena ijin sudah terlanjur dikeluarkan maka keberatan kami tidak bisa direalisasi,” paparnya.

Diungkapkan dia, dengan kejadian itu pihaknya menduga Dindibudpora kurang paham jadwal kegiatan ujian sekolah tingkat SMP di Kabupaten Purworejo. Sebab, dari hasil koordinasi alasan Dndikbudpora yang diwakili oleh Kabid Dikmen Drs. Eri Prayitno MM, Kabid Dikdas, Winanto dan Kabid Bimudora, Basuki tidak keberatan digelarnya konser itu karena pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/SMK sudah selesai.

Sementara itu, Kabid Dikdas, Winanto saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut hanya mengatakan semua kewenangan kepala dinas. “Yang jelas saat rapat dengan ketua MKKS SMP dan SMA/K Kepala Dinas menghimbau siswa-siswa agar memanfaatkan waktu untuk bersama keluarga dan belajar dirumah,” kata Winanto.

Dari pengamatan dilapangan, konser musik Endank Soekamti di alun-alun Purworejo malam itu memang mampu memukau ribuan penonton yang didominasi remaja. Penonton remaja yang tergabung dalam komunitas Soekamti Famili datang dari dari luar daerah seperti Kebumen, Wonosobo, Magelang dan Yogyakarta.

Bahkan saking banyaknya penonton yang menumpuk didepan panggung banyak yang jatuh pingsan dan harus dibawa ke tenda PMI. Konser musik Endank Soekamti diprakarsai oleh sebuah produk rokok ternama. (WARDOYO)

loading...