PB, Jakarta – Senator DPD RI Fahira Idris angkat topi buat Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menggerakkan Peraturan Daerah terkait dengan pelarangan Minuman Keras di wilayahnya.

Lukas Enembe melakukan pelarangan untuk peredaran miras mulai di tingkat bawah sampai dengan tempat hiburan maupun hotel yang ada di Bumi Cendrawasih.

Langkah Lukas dianggap tepat, karena peredaran miras yang begitu bebas, mengakibatkan banyak pemuda dan rumah tangga di Propinsi Papua menjadi korban, baik itu perceraian, KDRT, perkelahian hingga berujung pada kematian.

Tapi mari kita tengok di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama justru kebalikannya, mengundang pasukannya, diajak berembug sambil menenggak minuman keras.

“Ini langkah mundur untuk seorang Gubernur yang justru dianggap sebagai suatu wilayah yang cukup maju dibandingkan dengan Papua, pola pikir yang dipakai Ahok pola pikir orang yang tidak maju,” ujar Heikal Safar.

Heikal menyayangkan jika para orangtua dari anak-anak muda yang hadir dalam pertemuan dengan Ahok, melihat foto-foto yang sudah terlanjur tersebar, di media sosial.

“Saya rasa selama ini mereka (orangtua) bangga anak mereka bisa menjadi tim di Ahok, tapi dengan kejadian ini mereka harus berpikir dua kali, karena Ahok ternyata mengajarkan hal buruk,” ucap Heikal.

Lukas Enembe memperingatkan kepada warga negara Indonesia agar tidak mencoba untuk membawa miras ke wilayahnya, karena seluruh pintu masuk akan dijaga pihak keamanan.

Sementara di Jakarta miras bisa didapatkan dengan mudah, karena Pemprov sendiri punya saham di pabrik miras, bahkan bisa dengan senang minum di rumah seorang Gubernur, bahkan lebih parahnya, Ahok berencana melegalkan penjualan miras.

“Kalau mau jujur dibandingkan Ahok, Lukas Enembe jauh lebih pandai dan bijaksana dalam memimpin daerah, karena dia tahu penyakit yang disebabkan oleh miras sangat besar kerugiannya,” pungkas Heikal.

(Jall)

loading...