PB, Kendari. : Pertanyaan tersebut terbesit dibenak seorang Warga Kecamatan Parigi La Ode Kiji. Kepada pembawaberita.com (10/4/2016) La Ode Kiji mempertanyakan dipindahkannya proyek pengembangan Padang Penggembalaan dari Desa Laiba Kecamatan Parigi ke Desa Latampu Desa Parigi.”Lokasinya di Desa Latampu tetapi papan nama Proyeknya ada di Desa Laiba” ujar La Ode Kiji. Akibat dari perpindahan lokasi tersebut kini telah terjadi sengketa lahan antara penerima program dalam hal ini Kelompok Ternak Bengki dan La Ode Kiji Cs.

La Ode Kiji mensinyalir ada indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme dalam proyek tersebut. “Di lokasi peternakan sekarang sesuai pemilik sertifikat tanahnya adalah orang-orang dekat Pak Dokter Baharuddin (Bupati Muna periode tahun 2010-2015).

20160411_121028-1Sesuai dengan sertifikat yang diperlihatkan La Ode Kiji, nama istri Bupati Muna beserta 5 saudara dan 3 keponakan dari istri sang Bupati menjadi pemilik dari tempat penggembalaan seratus ekor sapi bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut.

Berdasarkan penelusuran Media ini, program pengembangan padang penggembalaan di Kabupaten Muna tahun 2015 lalu seharusnya  terletak di Desa Laiba dan Desa Parigi Kecamatan Parigi. Namun fakta yang ada di lapangan, peternakan tersebut kini berada di Desa Latampu Kecamatan Parigi.

Penempatan kedua lokasi tersebut berdasarkan hasil Rakor 1 tanggal 15 Mei 2015 dan Rakor 2 tanggal 13 Agustus 2015. Hasil rakor oleh semua stakeholders yang terkait tersebut kemudian dituangkan dalam SK Bupati Nomor 30 tahun 2015 tentang Penetapan Kawasan Padang Penggembalaan. Penetapan Kawasan penggembalaan tersebut juga tertuang dalam Surat Keterangan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Muna nomor : 66/221/DKM yang menerangkan bahwa lokasi pengembangan padang penggembalaan berada pada 4 titik koodinat Desa Laiba Kecamatan Parigi dan Desa Parigi Kecamatan Parigi.

Sementara itu Ir. Laode Muhammad Yakob, M.Si. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Muna yang dikonfirmasi pembawaberita.com melalui selulernya (11/4/2016) mengatakan bahwa program Pengembangan Padang penggembalaan tersebut berada di Desa Laiba Kecamatan Parigi. “Yang ada di Desa Laiba Kecamatan Parigi, bukan di Desa Parigi Kecamatan Parigi” ujar Yakub. Dia juga membenarkan penempatan Lokasi tersebut juga sesuai hasil Rakor dan berdasarkan keputusan Bupati Kabupaten Muna.

Saat ditanyai keberadaan kerabat dekat Bupati Muna dr. L.M Baharuddin, M. Kes periode tahun 2010-2015 pada proyek penggembalaan ternak tersebut, Yakub enggan memberikan komentarnya. (Enel-Sultra)

loading...