PB, Jakarta – Senin (11/4), penggusuran masih berlangsung, alat berat masih hilir mudik menghantam rumah-rumah yang berada di wilayah pasar ikan Luar Batang.

Beberapa warga hanya bisa pasrah sambil menonton dan ada juga yang sedang memungut beberapa sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa dipakai untuk kehidupan selanjutnya.

Yang pasti terlihat adalah wajah-wajah sedih yang sama sekali tidak bisa diungkapkan dengan kalimat, sesekali beberapa ibu menyeka mata mereka yang terlihat merah, karena terlalu banyak mengeluarkan airmata, sementara anak-anak hanya bisa melihat ibu mereka dengan tatapan kosong, tanpa mampu bertanya.

Pemandangan ini terjadi atas perintah Ahok agar segera mengosongkan wilayah pasar ikan dengan menurunkan pihak keamanan sebanyak 4.000 personil yang terdiri dari TNI, Polisi dan Satpol PP.

Kesedihan para penduduk Luar Batang ini, sangat kontras jauh dengan apa yang sedang berlangsung si sebuah posko yang dinamakan Sekretariat Teman Ahok, sekitar 2 jam yang lalu.

Mereka sedang memotong tumpeng bercanda, tertawa sambil makan, karena berhasil merayakan kemenangan dengan mengklaim jika mereka bisa mengumpulkan jumlah KTP melampaui jumlah yang ditetapkan KPU DKI Jakarta, untuk mengantar Ahok kembali ke kursi Gubernur.

Bahkan Ahok sendiri sempat melakukan teleconference melalui Skype dengan teman Ahok lainnya, “Terimakasih semuanya, wah banyak makanan juga ya, saya tetap maju lewat independen,” ujar Ahok.

Sementara itu salah satu anak kecil yang sedang bermain, tiba-tiba mengahampiri ibunya sambil merengek minta makan karena kelaparan, namun ibunya hanya bisa pasrah, salah satu teman pembawaberita.com memberikan roti kepada anak kecil tadi, yang sempat dibeli sebelum menuju ke lokasi penggusuran.

(Jall)

loading...