PB, Jakarta – Sabtu, (9/4) ketika sedang melakukan wawancara, dengan salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, terkait dengan pembangunan di Pulau Morotai oleh pemerintah pusat terutama soal listrik.

Tiba-tiba salah seorang tamu merangsek masuk dan meminta tolong kepada si anggota DPRD tadi, bantuan yang diminta adalah berupa uang senilai jutaan, dikarenakan dirinya sedang ditagih atas pinjamannya.

Si tamu tadi yang tidak lain adalah keluarganya sendiri, mengatakan jika dirinya sudah beberapa kali menjanjikan kepada pemilik uang akan segera dibayar namun masih saja tidak tepat.

Si anggota dewan tersebut, cuma tersenyum mendengar alasan kerabatnya, ” Tenang kamu baru janji untuk satu orang saja takut, saya ini janjikan banyak orang (pemilihnga) dan sampai sekarang belum ditepati, tapi tidak takut,” ujarnya sambil menertawakan leluconnya.

Mungkin demikian pula yang terjadi kepada warga Luar Batang yang saat ini sedang menghadapi “keganasan” buldoser dan pasukan keamanan terkait dengan pembersihan wilayah mereka.

Seperti yang diutarakan salah satu tokoh pemuda yang juga warga setempat, jika pada pemilu sebelumnya mereka banyak menaruh harapan atas janji yang diberikan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hingga akhirnya PDIP berhasil meraup suara yang cukup banyak. Sementara Partai Bulan Bintang yang didirikan Yusril Ihza Mahendra, bisa dikatakan tidak mendapat suara, dengan presentasi dibawah satu.

Namun apa yang terjadi, ketika terjadi penggusuran atas perintah Ahok partisipan dari partai yang ada untuk memberikan dukungan moril hanyalah Yusril.

“Waktu pemilu suara untuk PBB Yusril, gak ada suaranya. PDIP menang telak. Tapi pas digusur Yusril yang bela,” ujar pria bertopi, seperti yang diunggah akun @reporterjail, milik Kent ARock’ers.

Selain Yusril ada juga salah satu tokoh wanita Ratna Sarumpaet yang terpaksa harus digelandang pihak kepolisian keluar dari lokasi penggusuran.

(Jall)

loading...