PB, Kendari . Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel CZI. Rido Hermawan, M.Sc. mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Sultra maupun Distan Kabupaten guna merampungkan SID (Survey Investigation Design). ‘Saya dan jajaran saya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna merampungkan desain awal percetakan sawah” ungkap Rido kepada pembawaberita.com di Makorem 143/HO Selasa (12/4/2016).

Hal tersebut dimaksudkan agar program percetakan sawah baru di Sultra selasai tepat waktu karena SID merupakan usulan desain  untuk percetakan sawah baru yang memuat besaran potensi dan tata letak sawah baru yang akan dicetak. “Masih banyak penyusunan SID yang tumpang tindih sehingga membuat percetakan sawah baru terhambat” ujarnya lagi.

photo_2016-04-11_16-10-53Sebelumnya diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Lapangan (Kalaklap) Percetakan Sawah Provinsi Sultra Kolonel CZI Dedy Rudianto yang menyebutkan masih adanya  tumpang tindih (overlap) dan belum rampungnya  penyusunan SID   menjadi menyebab penghambat percetakan sawah baru di Sultra. “Masih ada lokasi cetak sawah yang SID (survey Investigation Design) tumpang tindih dan belum clear, diantaranya di Kabupaten Muna Barat dan Kolaka Utara serta di kabupaten-kabupaten yang lainnya yang terpaksa dihentikan karena SID nya setelah dicek bermasalah” ujar Kolonel CZI Dedy Rusdianto saat ditemui Selasa (12/4/2016)  di Poskonya.

Dedy mengatakan  untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya dibantu Korem 143/HO dan jajarannya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat  agar persoalan tersebut cepat diselesaikan sehingga proyek percetakan sawah baru di daerah ini dapat diselesaikan tepat waktu. “Karena kami hanya akan menggarap lahan  yang  SID nya sudah clear dan tidak ada sengketa sama sekali” ujarnya lagi.

photo_2016-04-11_16-11-02Dikatakannya pula selain masalah SID yang belum clear, masalah alam juga mempengaruhi progres percetakan sawah. Namun kata dia  berkat kerja yang ekstra masalah-masalah alam tersebut dapat diatasinya. “Misalnya banjir solusinya membuat saluran pembuangan air dengan mengalihkannya ke bagian area yang tidak tergenang air, lokasi cetak sawah berada di sebarang sungai besar sehingga menyulitkan penyeberangan alat berat solusinya menggunakan ponton improvisasi dengan dua perahu dialasi papan lantai” katanya lagi.

Begitupula lokasi cetak sawah yang berada di balik gunung solusinya  dengan menggunakan alat rolling/traping hingga ± 40 km. “Kami mendatangkan excavator ponton dari Kalimantan untuk mencetak sawah pada lokasi rawa dalam” imbuhnya.

Ditambahkannya pihaknya juga senantiasa menyiapkan tronton guna memobilisasi alat,  bila lokasi cetak sawah terpencar dan tersebar di beberapa tempat. (Enel-Sultra)

loading...