PB, Jakarta – Menarik menyimak sebuah akun milik Rustam Ibrahim yang memplot dirinya sebagai Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang sering membuat poling politik.

Rustam Ibrahim selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Jokowi-Ahok dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, kemudian dilanjutkan dukungan kepada Jokowi dalam Pilpres, dan kali ini mendukung dengan gegap gempita buat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk pertempuran menuju kursi Gubernur DKI Jakarta.

IMG_20160416_124914_1Melalui akunnya @RustamIbrahim pria yang berambut tipis ini membuat poling siapakah yang dipilih menjadi gubernur Ahok dan Yusril, dan hasilnya Yusril menang telak.

Rustam rupanya tidak ingin kehilangan muka, ketika Yusril harus memenangkan poling miliknya, usai Ahok diperiksa KPK selama 12 jam, Rustam kembali membuat poling.

Poling yang mengajak pengikutnya untuk memberikan pendapat, apakah Ahok layak dinilai melakukan korupsi, dan hasil poling inipun kembali membuat Rustam pusing tujuh keliling, karena responden memberikan penilaian jika Ahok memang melakukan korupsi sebanyak 58 persen, dan yang mengatakan tidak hanya 36 persen, sisanya tidak tahu dan ragu.

Namun sayangnya poling ini belum sampai pada akhir waktunya, hilang dari dinding Rustam Ibrahim, dengan alasan jika dia salah pencet tombol delete.

2016_4_16_2_37_47_727_PM_1Akibatnya sebuah akun baru dengan nama @temanRustam muncul dan juga membuat sebuah poling lucu-lucuan siapakah yang layak menjadi Gubernur DKI jika Rustam berhadpaan dengan Ahok, dan Rustam memenangkannya dengan perbedaan 92 persen untuk Rustam sementara Ahok cuma 8 persen.

Rupanya Rustam memang senang memainkan pendapat warga netizen dalam bentuk poling, dan kali ini Rustam membuat sebuah poling tentang Yusril Ihza Mahendra.

Rustam menuliskan pengantar polingnya, ” Menurut pendapat anda, apakah Yusril Ihza Mahendra akan jadi Cagub DKI dlm Pilkada 2017?kapan ditetapkan,” Dan pilihan yang diberikan Rustam ; 

1. Partai2 tidak usung

2. Ada tapi tidak cukup

3. Hampir2 mustahil

4. Masa iya sih 

Para Netizen kaget dengan poling yang diajukan Rustam yang notabene menagku sebagai Ketua Dewan Pengawas di sebuah lembaga bernama LP3ES yang didalamnya juga mengayomi soal pendidikan.

” Polling harus lah yang benar. Jgn merendehkan intelektualitas netizen spt (seperti) ini. Semoga bkn (bukan) disengaja ya. Pak,” tulis HincaPandjaitanXIII, melalui akunnya @hincapandjaitan.

Bahkan para netizen tidak sedikit yang menertawakanRustam terkait dengan poling ini, bahkan tidak sedikit yang merasa kasihan, dikarenakan Rustam juga seorang yang sudah berumur.

Sementara akun Rustam banyak memblok akun-akun yang selama dikenal sebagai kelompok Jempol Rakyat (JR), yang sempat membuat Rustam uring-uringan karena sudah membuatnya malu dalam beberapa poling sebelumnya.

Akun Milik Penyebar Foto “Pesta Bir” Di Kediaman Ahok Kebingungan 

Masih ingat berita yang dimuat oleh pembawaberita.com terkait dengan sebuah pertemuan di kediaman Ahok dengan 20 pasukan intinya, yang akhirnya bocor keluar ?

IMG_20160416_125123_2Ya namanya Dede Budhyarto yang ikut hadir dalam pertemuan, bahkan duduk disamping Ahok, melalui akunnya @kangdede78 dengan sombongnya memposting sebuah foto hanya karena ditantang oleh akun milik @nonarray, terkait dengan kehadirannya di pertemuan tersebut.

Kali ini Dede yang ditengarai sedang dalam kondisi yang tidak baik, bahkan diperkirakan Dede sedang “menjalani hukuman” dijauhi oleh rekan-rekannya sesama pendukung Ahok akibat foto yang dia posting tanpa memikirkan akibatnya.

Bukan hanya para kelompok Jempolers, sesama akun pendukung Ahok bahkan ikut memaki-maki Dede.

Kali ini Dede yang dianggap sedang pusing dan ingin “balas dendam” dengan cara bermain dengan akun-akun milik kelompok JR yang dijuluki oleh pendukung Ahok, Hatters.

IMG_20160416_125128_1“Tweeps….mumpung Libur, saya mau Follow semua akun Haters..apa reaksi mereka? Akan saya retweet semua yah….SELAMET MENYAKSIKEN!!!” tulis @kangdede78 di dinding wallnya, sekitar pukul 09.50 wib.

Tidak lama kemudian, pukul 11.40 wib, Dede kembali dengan sebuah tweet, ” Setelah memfollow satu persatu, saatnya skrg (sekarang) mem_BLOCK lagi….ini keren pasti ngamuknya sampe berasap embun2annya…..bwhikikik” tulis Dede yakin, dengan bangganya.

Rupanya hal itu sama sekali tidak mengganggu kelompok JR, “jujur sih kami malah kasihan juga dengan mereka (Rustam dan Dede) kenapa jadi kayak anak kecil,” ujar David salah satu kelompok JR melalui pesan khususnya.

Terkait dengan Poling milik Rustam, David mengatakan jika mereka sudah saling mengingatkan agar tidak perlu untuk ikut campur, dan dibiarkan saja.

2016_4_16_2_17_44_656_PM_1Sementara “Permainan Follow dan Blokir akun” milik Dede, justru mendapat kritik dari salah satu akun Anonim yang juga sesama pendukung Ahok, @PartaiSocmed.

“Pagi2 difollow si PK @kangdede78. Maaf kami tak sudi folbek. Sila(hkan) RT (retweet) tweet ini sesuai janjimu,” tulis Partai Socmed.

Yang dimaksud oleh Partai Socmed untu me-retweet kembali, sebuah postingan milik akun seorang wanita muda @Woelan27, yang menuliskan jika @kangdede78 sebagai seorang laki-laki pantaskah memaki seorang wanita.

Dari foto yang di munculkan, sebuah nama atas nama Budhyarto menuliskan kalimat yang cukup kasar.

Dari perbincangan antara Partai Socmed dengan beberapa netizen ternyata wanita yang dimaki oleh Dede adalah salah satu pacar gelapnya, karena Dede sendiri sudah menikah.

IMG_20160416_150342Kali ini @temanRustam rupanya tidak mau ketinggalan menyambungkan mereka, dengan mencari pasangan untuk mendampingi Rustam Ibrahim melaju ke Pilkada DKI Jakarta, namun  itu hanya sebuah Poling untuk menunjukkan betapa lucunya para pendukung Ahok walaupun mereka mengaku sebagai orang yang berpendidikan.

Teman Rustam membuat poling siapakah yang pantas mendampingi Rustam dari ketiga nama, masing-masing Basuki Tjahaja Purnama, Dede Budhyarto, dan Kurawa, ternyata para pemilih lebih condong kepada Dede dan merebut 67 persen, sementara Ahok hanya 33 persen, kurawa 0.

@AjengCute16 sampai tidak bisa menahan tawa ketika dimintai pendapatnya terkait dengan fenomena yang terjadi diantara para pendukung Ahok, “mas saya hanya bisa prihatin melihat kondisi mereka,” ujar Ajeng yang sampai saat ini masih di blokir, baik oleh Rustam maupun Dede.

(Jall)

loading...