PB, Jakarta- Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. menegaskan perlunya peningkatan soliditas antar instansi dalam menjaga keamanan ibukota DKI Jakarta. Apel yang dihadiri oleh seluruh elemen TNI dan Polri serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/4).

Dalam apel Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda DKI Jakarta )itu, Panglima Kolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. bertindak sebagai inspektur upacara.

IMG-20160418-WA002Panglima Kolinlamil dalam amanatnya mengatakan, apel tersebut bentuk sinergitas yang baik antar beberapa unsur yang ada di Ibu Kota, seperti TNI, Polri dan Pemprov serta komponen cadangan lainnya.

Untuk mengatasi masalah yang ada di negara kita khususnya di ibukota, menurutnya, memerlukan sinergitas dan koordinasi yang baik dari seluruh elemen bangsa baik TNI, Polri dan Pemerintah Daerah (dalam hal ini DKI Jakarta).Segenap Prajurit TNI, Polri, aparat pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta dan komponen lainnya untuk menjaga dan memelihara serta membangun soliditas dalam menangani masalah keamanan, penanganan konflik sosial, penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk premanisme, yang mengganggu dan meresahkan masyarakat.

IMG-20160418-WA004“Jakarta sebagai tempat pertarungan politik, ekonomi dan sosial dan kepentingan lainnya sekaligus barometer Indonesia dalam kacamata Internasional, harus kita jaga bersama karena mengandung potensi kerawanan sosial dan politik. Untuk itulah kita harus dapat mencegahnya jangan sampai terjadi kerawanan konflik sosial,” tandas Pangkolinlamil.

Pangkolinlamil mengatakan, kepada kepada segenap Prajurit TNI, Polri dan aparatur negara lainnya, untuk melindungi diri dan keluarganya dari ancaman Narkoba. Pemerintah telah mengeluarkan pernyataan perang terhadap Narkoba, karena Narkoba adalah kejahatan luar biasa.

IMG-20160418-WA005Pada aspek lain, orang nomor satu dijajaran Kolinlamil itu  mengingatkan sekaligus menekankan kepada segenap Prajurit TNI, Polri dan aparat pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta khususnya untuk senantiasa peka dan waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal juga sedang marak. Munculnya atribut-atribut palu arit, bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya, merupakan indikasi bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai. Kemasan pagelaran kesenian bernuansa komunis dan sejenisnya, adalah salah satu wujud nyata gerakan ideologi radikal yang harus kita cermati.

“Begitu pula dengan aksi-aksi terorisme, yang masih melakukan gerakan baik tersembunyi atau terbuka. Kini terorisme merupakan salah satu ancaman yang masih terkendali dan terjadi secara sporadis, namun harus dinilai bahwa sekecil apapun aksi terorisme adalah gangguan terhadap rasa aman masyarakat dan gangguan terhadap proses pembangunan. Oleh karena itu, diharapkan semua komponen bangsa harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, kewaspadaan dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan terorisme,”ujar Pangkolinlamil.

“Kita semua harus selalu mewaspadai setiap ancaman dan gangguan aksi terorisme khususnya di wilayah DKI Jakarta”, tegas Alumni AAL 1987 ini menutup sambutannya.

Apel bersama  tersebut  dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Moechgiyarto, Danpuspomad Mayjen TNI Dedy Iswanto, S.E., Kasarmabar Laksma TNI Yudo Margono, perwakilan pejabat TNI AU dan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan aparat Pemprov DKI Jakarta.

( Kamal/ Dispen Kolinlamil)

loading...