PB, Jakarta – Namanya Abdul Jabar Benny Mokalu, nama ini didapat ketika pada hari Jumat 7 november 2014, Benny mengucapkan dua kalimat syahadat didepan salah satu imam mesjid di Bali.

Sebagai seorang Perwira tinggi di Institusi kepollisian, Benny sempat menggemparkan sosial media ketika berita tentang Kapolda Bali berpangkat Inspektur Jenderal masuk agama Islam.

Namun Benny tidak mau memberikan alasan terkait dengan itu, menurutnya hal itu adalah pengalaman pribadi dari sebuah perjalanan spiritual buat dirinya sendiri.

“Pak Benny tidak pernah menceritakan tentang itu, memang beberapa temannya sempat menanyakan alasan itu, namun hanya dijawab dengan sebuah senyuman,” ujar Heikal Safar salah satu anggota tim dari Benny Community (BemoC) dan juga orang kepercayaan Benny untuk mengurus sekretariat BemoC di jalan Hang Lekiur 4 Jakarta Selatan.

Kapolda-Bali-Diperkarakan-Dan-Dilporkan-ke-KPK-Setelah-Masuk-IslamSaat ini Benny masih menjadi Polisi aktif di Mabes Polri, sebagai Staf Ahli Sosial dan Budaya Kapolri dan kalau tidak ada halangan satu setengah tahun lagi beliau akan memasuki masa pensiun.

Benny bukanlah orang yang bisa diam, Benny sendiri adalah seorang yang senang Olahraga, “sejak kecil di NTT sudah berkiprah di dunia olahraga, bahkan pernah menjadi salah satu pembina perkumpulan volley di NTT,” ujar Heikal.

Heikal menambahkan, selain itu Benny juga banyak menjadi pelindung dan pembina di berbagai klub-klub menari, seperti cha-cha, rumba, waltz, dansa, dan banyak lagi lainnya,

Benny sendiri mengatakan kesediannya untuk maju dalam pilkada DKI Jakarta 2017 nanti bukan tanpa pertimbangan, sebagai orang yang pernah menjabat Kapolda di Bengkulu 2012 Lalu pindah ke Bali 2013, dan juga menjabat sebagai perwira menengah di berbagai kesatuan polres dan polda, benny banyak belajar bagaimana menghadapi masyarakat di setiap daerah.

“Saya pernah menghadapi sebuah kebiasaan warga yang selalu mencoba melindungi warganya yang menjadi target operasi kriminal pihak polres, jika selama itu anggota polisi selalu gagal, saya memakai pendekatan secara persuasif walaupun jabatan saya sebagai Kapolres, namun saya berusaha untuk memberikan yang terbaik buat mereka, jika selama itu tidak pernah ada kegiatan olahraga, saya buat pertandingan, dan itu berhasil, masyarakat bisa menerima, dengan baik, bahkan mereka juga yang menyerahkan pelaku,” ujar Benny.

Bahkan Benny ketika masih bertugas sebagai Wadireskrim Polda NTB, sempat ikut terlibat dalam perburuan salah satu tersangka teroris Bom Bali, hingga ke jakarta.

Dan pendekatan secara kemanusiaan yang dia terapkan, si pelaku justru dengan kerelaan bersedia menemui dirinya dengan diantar pihak keluarganya untuk menyerahkan diri.

Benny juga sempat bertugas di Timor Timur, dan beberapa kali pendekatan secara kekeluargaan namun tegas, yang dilakukan secara bijaksana dan jujur terbukti membantu dirinya berhasil mengungkap beberapa kasus yang berhubungan dengan fretilin.

FB_IMG_1461183264631_1“saya malah dekat dengan warga Tim-tim,” ujar Benny yang bertugas di Timor sampai pada pemilihan dan dimenangkan pihak fretilin untuk memisahkan diri dari indonesia.

Bermodal pengalaman yang begitu banyak, Benny merasa jika saatnya untuk memberikan apa yang dia bisa untuk Kota Jakarta.

“Saya merasa cukup mampu untuk membantu kinerja seorang Gubernur, saya memiliki latar belakang yang saya anggap sebuah anugerah ketika dimasa-masa menjadi polisi,” ujar Benny.

Sebagai seorang polisi Benny juga di tuntut untuk selalu belajar disiplin, disiplin yang dimaksud oleh Benny disini bukan hanya menempa diri menjadi disiplin, namun disiplin juga dia terapkan di lingkungan dan tempat kerjanya.

“Sampai saat ini masih sering dihubungi oleh bawahan saya ketika saya masih menjadi pimpinan mereka, mereka menganggap saya jujur dalam memberikan ilmu dan pengetahuan, buat mereka,” terang Benny.

Kejujuran inilah juga yang menjadikan Benny tidak takut untuk berhadapan dengan siapapun, “Pak Benny sempat ditanyakan oleh salah satu ormas yang saat ini membantu warga yang terkena gusuran di wilayah Pasar Ikan, mereka menanyakan bagaimana Benny menyikapi kondisi saat ini, dimana intitusi kepolisian sedang mengalami cacian, akibat ikut membantu Satpol PP bersama TNI dalam penggusuran,” ujar Heikal.

Benny sendiri menjawab jika dirinya sebagai salah satu bawahan yang memiliki pimpinan dimana ada aturan yang harus ditegakkan dan tidak bisa dilanggar, maka Benny harus taat menerima hal itu, karena itu bagian dari sebuah pelajaran dikemudian hari.

Hal ini bisa menjadi pelajaran, apapun dampak positif dan negatifnya, walaupun kebijakan pimpinan harus bertentangan dengan hati nuraninya, namun benny telah dilatih untuk tetap ddisiplin, tegas dan selalu menerima jika hal itu tidak bertentangan dengan aturan.

Rupanya jawaban yang diberikan oleh Benny memuaskan si penanya yang memiliki pengaruh cukup besar dikalangannya, namun Benny juga tidak tinggal diam dengan hanya menyaksikan dan mengucapkan, selain itu dirinya juga terkesan dengan ormas yang saat ini bekerja dengan kerelaan.

Sesuai dengan kata hati nuraninya, Benny ikut menyumbang dana bagi ormas tersebut agar tetap bisa melanjutkan perjuangan mereka dalam membantu rakyat kecil. Bahkan Benny tidak segan-segan menawarkan bantuan untuk mereka selama dirinya masih mampu.

Sebagai seorang yang di didik dalam keluarga yang mengutamakan agama Benny memiliki satu sifat yang tidak membuat dirinya tidak akan dia langgar, jika orang lain juga memiliki hak dan kewajiban yang sama.

IMG-20160103-WA0014_1“Satu prinsip yang selalu dipegang oleh beliau, tidak pernah ingin menjelekkan siapapun, selalu berpikir positif kepada orang lain,” ujar Heikal.

Dan Heikal melihat, Benny selalu menganggap siapapun dia, selama itu masih menjadi haknya berikan, dan apa yang menjadi tanggungjawabnya harus dia selesaikan.

Kebaikan itu pula yang dilihat oleh Heikal, karena tidak ada satupun orang yang mengikutinya, yang pernah ditegur secara langsung walaupun berbuat salah, Benny hanya menyikapi dengan menggandeng orang tersebut.

“Karena menurut beliau tidak ada orang yang salah, yang ada orang yang tidak mengetahui, dan kewajiban orang lebih tahu untuk mengajari, agar dia tahu, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Heikal.

Saat ini Benny masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebagai seorang polisi, namun Benny telah melaporkan kepada Kapolri terkait dengan dirinya yang akan ikut berlaga dalam pertarungan Pilkada Gubernur.

“Kapolri sempat menanyakan terkait dengan keinginan saya maju sebagai Calon Wakil Gubernur, setelah saya utarakan semuanya, beliau mendukung 100 persen langkah yang saya ambil,” ujar Benny yang akan segera mengundurkan diri dari Kepolisian untuk mempercepat proses keikutsertaannya menjadi Cawagub DKI Jakarta 2017.

(Jall)

loading...