PB, Jakarta – Ketika Mantan Kepala Staff Umum Mabes TNI Letnan Jenderal Purnawirawan Johanes Suryo Prabowo, mengingatkan agar Ahok dan pengikutnya jangan terlalu arogan.

Ucapan Suryo Prabowo ini bukan tanpa bukti, bahkan ucapan itu ditakutkan kejadian pergolakan atas dasar etnis, terutama kepada etnis Cina bukan yang pertama kalinya, dan selalu dimulai dari sikap arogan.

Ketakutan para warga etnis Cina yang khususnya di kalangan bawah, bukan menjadi rahasia lagi, ketika Ahok yang jelas-jelas lebih banyak melakukan pembelaan terhadap para pengusaha, khususnya pengusaha etnis.

Dan akibatnya Ahok harus berusaha untuk menjadi eksekutor bagi para koleganya dengan cara melakukan upaya walaupun dengan cara kekerasan demi terlaksananya kepentingan para pengembang.

Salah satunya adalah penggusuran yang dilakukan oleh Ahok, bahkan Ahok tidak segan-segan memerintahkan agar pihak Kepolisian dan TNI untuk turun menghadapi langsung para warga yang notabene dihuni oleh warga dari berbagai suku dari Indonesia alias Pribumi.

Akibatnya tidak kurang dari seorang tokoh etnis Cina, Jaya Suprana mengingatkan Ahok secara terbuka melalui surat dan dimuat di media massa.

Bahkan salah satu tokoh dari wilayah Glodok, Lieus Sungkharisma, juga turun hingga bergabung dengan para pendemo, dan terakhir siang kemarin (Rabu, 20/4) Lieus juga turut hadir dan memberikan orasi dan mengecam langsung Ahok yang dianggapnya sebagai salah satu orang paling jahat, karena yang dipikirkan hanya untuk membela pengusaha.

“Saya akan lawan (Ahok) dengan resiko apapun, bahkan masuk penjara juga saya tidak takut, saya tidak perduli,” ujarnya dihadapan warga Luar Batang, yang melakukan kegiatan akbar terkait dengan penggusuran yang akan dilakukan oleh Ahok.

(Jall)

loading...