PB, Jakarta – Senin (11/4) lalu ketika sebagian warga sedang meratapi kehancuran yang dilakukan Ahok dengan alasan penggusuran untuk ruang hijau terbuka di Kawasan Pasar Ikan.

Dan dihari yang sama para teman Ahok malah merayakan pesta dengan kegiatan acara makan-makan dan minum bersama, dengan alasan berhasil mengumpulkan jumlah KTP sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta.

Dan usai “acara” penghancuran tempat tinggal milik warga Pasar Ikan, sebagian ternyata tidak bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak, dan akhirnya mereka harus tinggak di bekas reruntuhan dan juga di atas perahu-perahu yang biasanya mereka gunakan untuk menangkap ikan.

Melihat kesengsaraan yang dialami oleh warga bekas Pasar Ikan, Ormas Front Pembela Islam, Jaringan Merah Putih dan lainnya, merasa terpanggil untuk membantu sesamanya, dengan cara membuat posko bantuan berupa pembagian makanan dan kebutuhan lainnya.

Berbagai cara mereka lakukan agar bisa membuat para “Manusia Perahu” ini bisa mendapatkan makanan dan tidak merasa terlantar dibiarkan sendiri.

Posko-posko yang dibuat oleh Ormas atas nama kemanusiaan, sangat berbeda jauh dengan apa yang dilakukan oleh para Teman Ahok.

Usai melakukan acara pesta makan dan minum sekenyangnya di hari yang sama, rupanya tidak membuat mereka puas, jika pengumpulan KTP yang dilakukan sudah memenuhi kuota, dengan alasan mereka memerlukan jumlah KTP sebanyak satu juta, mereka lanjutkan dengan mulai membuka Posko diberbagai wilayah di Jakarta.

“Sementara FPI sibuk membuka Posko untuk membantu warga kelaparan di Pasar Ikan, dan posko membantu korban banjir, Teman Ahok malah sibuk buka Posko, tapi posko KTP,” ujar Darwis Sibua Tokoh Muda Malut di Jakarta.

Tidak adanya rasa kepedulian dari Teman Ahok, menurut Darwis, yang menyebut mereka sebagai “Teman Ahok Raja Tega” dikarenakan mereka memang hanya ingin menjadi bagian dari Ahok saja.

“Yang menghancurkan rumah di pasar ikan, kan Ahok jadi wajar saja jika mereka ikut mendukung, mana maulah mereka buka Posko untuk kemanusiaan,” ujar Darwis.

Bahkan Darwis sendiri curiga jika KTP yang dikumpulkan masih kurang dari yang ditetapkan oleh KPU DKI, ” saya kira KTP yang sudah ada di Teman Ahok banyak yang tidak jelas pemiliknya,” ujar Darwis yakin.

Saat ini Posko-posko yang berdiri di lokasi penggusuran masih berdiri, selain posko bantuan makanan, juga ada posko milik FPI yang ingin melindungi warga dari serbuan Satpol PP yang bermaksud mengusir mereka dari lokasi bekas penggusuran.

Bahkan untuk menyesatkan para netizen di sosial media, sebuah gambar hasil editan yang menggambarkan suasana di Posko milik FPI, ada beberapa yang mengenakan baju dengan tulisan KTP untuk teman ahok di tempelkan.

“Mereka (Teman Ahok) sudah gila, apa saja dibuat untuk menyesatkan lalu membenarkan perbuatan mereka, jika mereka sudah ikut berbuat untuk kemanusiaan,” ujar Darwis.

(Jall)

loading...