PB.Com, Jakarta – Luhut Binsar Panjaitan membantah keras hasil penelusuran dan temuan yang ada di dokumen “Panama Papers”. Selain di Indonesia, temuan Panama Papers juga diketahui menguak banyak nama pejabat publik dan pemimpin dunia yang masuk di daftar ini. Hal tersebut bahkan cukup membuat heboh publik di seantero jagat

Luhut, berdasarkan investigasi majalah Tempo, namanya tercantum didalam dokumen firma hukum asal Panama Mossack Fonseca, yang melayani jasa pembuatan perusahaan cangkang.

Berdasar pada investigasi yang dimuat di majalah itu, Luhut yang kini menjadi anak buah Jokowi dan menjabat Menkopolhukam tercatat sebagai Direktur Mayfair International Ltd yang terdaftar di Seychelles. Saham Mayfair dimiliki oleh PT Buana Inti Energi dan PT Persada Inti Energi.

PT Buana Inti Energi adalah salah satu anak perusahaan PT Toba Sejahtera yang didirikan Luhut pada 2004 lalu.

Namun Luhut Panjaitan enggan  mengakui data yang terkuak di dokumen Panama Papers, sekaligus membantah dirinya telah memiliki perusahaan di luar negeri seperti yang disebutkan dalam daftar Panama Papers.

“Saya tidak pernah terlibat soal itu dan saya tidak tahu apa pun mengenai perusahaan Mayfair itu,” kata Luhut, di Jakarta Pusat,  Senin (25/4/2016).

Terkait temuan sejumlah pejabat publik tanah air yang nama-namanya beredar di dokumen tersebut,  Pemerintah telah memvalidasi dokumen Panama Papers. Hasilnya, 80 persen nama-nama warga negara Indonesia yang tercantum dalam dokumen itu sama dengan data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Atas temuan ini, Pejabat di lingkaran Istana telah menggelar Rakor terbatas dengan Kemenlu, Kapolri, Jaksa Agung, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, beberapa waktu lalu. Rapat tersebut memutuskan dua hal.

Pertama, akan dirapatkan bersama Presiden Jokowi setelah Presiden kembali dari kunjungan kerjanya ke Eropa.

Kedua, pemerintah akan mendalami lebih jauh nama-nama yang terkonfirmasi itu. Direktorat Jenderal Pajak ditugaskan untuk melaksanakan hal tersebut. (Beb)

loading...