PB, Jakarta – Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, sudah mengeluarkan pernyataan agar Presiden Jokowi jangan pernah sekalipun membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus Sumber Waras.

Pernyataan Habib ini ditengarai karena Ahok yang dalam kasus Sumber Waras sudah cukup bukti untuk menjadikan Ahok sebagai tersangka, karena dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, sebagai lembaga resmi auditor, Ahok melakukan berbagai penyimpangan.

“Saya rasa Habib (Rizieq) benar, karena Ahok selalu mengeluarkan pernyataan jika dirinya menjadi tersangka, maka dia (Ahok) akan membongkar kasus tranjakarta,” ujar Yakub A. Arupalakka.

FB_IMG_1461907177805Ancaman ini kiranya ditujukan kepada Presiden Jokowi yang diketahui ketika masih menjadi Gubernur DKI proyek pengadaan bus transjakarta dari China dilaksanakan.

Yakub yang dikenal sebagai salah satu petinggi Partai Priboemi dan juga Ketua Umum Laskar Priboemi, dan juga eman dekat mantan Panglima TNI Djoko Santoso, dikenal sangat kritis.

Saat ini Jokowi memang menujukkan taringnya dalam hal membela Ahok, terutama yang diperlihatkan ketika Jokowi meminta kepada siapapun agar tidak menghalangi proyek Reklamasi.

“Itu tugas menteri untuk memberikan masukan kepada presiden apa yang baik dan buruk, kalau pada akhirnya Jokowi memutuskan berbeda dengan kesepakatan Menteri yang meminta moratorium reklamasi, bubarkan saja kabinet,” ujar Yakub yang tidak percaya ketika Jokowi justru membela Ahok untuk meneruskan reklamasi.

Yakub bahkan menduga keterlibatan Jokowi dalam membantu Ahok untuk meneruskan Proyek Reklamasi, juga terjadi dalam penetapan tersangka kepada Ahok dalam Sumber Waras.

“Bisa saja, saya rasa penyidikan ini dilakukan oleh mahasiswa hukum juga pasti menemukan indikasi korupsi, kenapa justru komisioner KPK malah ketakutan (menetapkan tersangka) kepada Ahok,” tanya Yakub.

Ketika para Menteri yang terkait dengan reklamasi bersama Ahok duduk dan menegaskan agar Reklamasi dihentikan, justru Ahok yang cuma Gubernur “beruntung” berani melawan.

FB_IMG_1461907359671_1_1“Dia kan jadi Gubernur karena beruntung saja, tapi kelakuannya sudah seperti presiden bisa melawan kesepakatan 3 menteri, kenapa ? Ya karena itu tadi, ada Jokowi,” geram Yakub yang meminta Jokowi jangan malah seperti Gubernur mau saja mengikuti kemauan Ahok.

Kemarahan Yakub kali ini memang sudah tidak bisa dibendung, menurutnya negara saat ini sudah nyata-nyata menjadi boneka para cukong yang lebih berpihak kepada negeri leluhur mereka China (Tiongkok).

Dan Yakub menyatakan suatu saat pasti kesabaran masyarakat akan ada batasnya, “lihat itu pegawai dari perusahaan Cina, sudah jelas melanggar aturan, malah dilepaskan oleh Pemerintah dengan seenaknya,” ujar Yakub, yang mengatakan jika Pemerintah saat ini sedang mempertontonkan kebobrokannya.

Saat ini menurut Yakub masyarakat hanya bisa berharap agar para tokoh-tokoh nasional yang mencintai negeri ini agar bersatu dan tidak terpengaruh.

“Jangan sampai rakyat sudah bosan, baru KPK bergerak mau tangkap Ahok, terlambat,” ujar Yakub dengan nada tinggi.

Sampai saat ini, para netizen di sosial media hingga para tokoh termasuk Wapres Jusuf Kalla juga membela BPK soal kredibilitas audit BPK, namun Ahok masih saja belum dipanggil kembali oleh KPK, akibatnya hestek #BubarkanKPK menjadi tempat menumpahkan kekesalan kepada KPK yang dianggap penakut.

(Jall)

loading...