PB, Jakarta – Seperti yang sudah diduga jika gambar foto yang tersebar terkait dengan ucapan terimakasih dari Teman Ahok kepada Henti Fitranto Hentiono atas KTP yang sudah diterima, akhirnya terbongkar.

Akibatnya si pemilik KTP atas nama akun @AntoHendardji marah dan meminta @temanAhok untuk mengklarifikasi terkait KTP miliknya yang bisa didapat oleh Teman Ahok termasuk dengan nomor Handphone pribadinya.

Sementara terkait dengan isi Form jika memang sudah di isi, maka Anto berani bertaruh jika itu bukan tulisan tangannya. Dan sudah dipastikan jika soal tandatangan dalam form juga ikut ditiru.

“@temanAhok Tolong jelaskan, sy TIDAK PERNAH mengumpulkan atau isi form kpd (kepada) teman Ahok. Td saya dpt SMS dri teman Ahok KTP sy sdh terdaftar.!” Tulis Anto Hendardji.

Terkait dengan nama di KTP dan nama yang dipakai di akun, Mas Anto Hendardji, berbeda, juga diterangkan oleh @AntoHendardji, atas pertanyaan dari salah satu Teman Ahok Aris #FNI @RasaAris, ” Nama yg benar yg mana? Henti atau Anto? Beda jauh soalnya.”

Anto bahkan memberikan ultimatum kepada teman Ahok untuk menjelaskan persoalan KTP miliknya bisa sampai kepada mereka, dalam waktu secepatnya.

IMG_20160429_200101Anto merasa heran bagaimana bisa, sampai pihak teman Ahok bisa mendapatkan KTP miliknya, sementara dirinya tidak pernah merasa menyerahkan KTP.

Namun bukannya jawaban klarifikasi yanh didapat oleh Anto justru berondongan pertanyaan dan meminta Anto untuk datang ke sekretariat teman Ahok di Pejaten.

“Hentifitranto. Hentiono panggilan Anto. Nama keluarga Hendardji. Tks,” tulis Anto menjawab pertanyaan Aris. Dan nama Hentiono adalah nama dari Ayahnya, sementara nama Anto diambil dari HentifitrANTO.

Anto merasa jika selama ini dirinya sama sekali belum pernah melihat form dukungan untuk Ahok-Heru, hingga pagi tadi dirinya mendapat pemberitahuan jika sudah mengirim KTP miliknya.

Dan yang sangat mengenaskan ternyata nomor yang dipakai Teman Ahok untuk mengirim ke nomor HP Anto tidak bisa di replay (balas).

“Seharusnya teman Ahok memberikan klarifikasi langsung melalui SMS juga, bagaimana mereka bisa “mencuri” KTP milik Anto yang tidak pernah merasa pernah memberikan KTP-nya,” ujar Bastian P. Simanjuntak Presiden Gerakan Pribumi Indonesia.

Bahkan Bastian merasa jika peralatan yang dimiliki oleh Teman Ahok sangat canggih, hingga bisa “mencuri” KTP milik orang lain tanpa sepengathuan mereka, bahkan Bastian minta pihak KPU DKI Jakarta dan Kepolisian harus mengusut persoalan pencurian KTP warga Jakarta oleh Teman Ahok.

“Canggihnya perangkat yang dimiliki Teman Ahok, hingga bisa mendapatkan KTP dan nomor HP orang lain. Saya rasa ini bukan KTP pertama dan terakhir yang berhasil dicuri,” ujar Bastian yakin.

(Jall)

loading...