PB, Jakarta – Walaupun pihak Kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya masih belum mengeluarkan pernyataan terkait dengan peraturan untuk 3 in 1 di beberapa ruas jalan, namun Ahok sepertinya tidak perduli.

Semua ruas jalan yang dulunya diberlakukan adanya aturan untuk para pemilik mobil agar menjalankan 3 in 1 pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari, kali ini semakin macet.

“Sebenarnya pemberlakuan 3 in 1 sudah cukup baik, banyak pemilik mobil memarkir kendaraannya di lokasi lain, lalu ke tempat kerja yang melewati ruas 3 in 1, dengan kendaraan umum,” ujar Pria yang baru saja pulang kerja dari bilangan Kuningan, Kamis (28/4).

Menurutnya saat ini dirinya sudah terbiasa meninggalkan mobilnya di Stasiun Kereta Api lalu dilanjutkan dengan kendaraan sepeda motor sewa via online.

Karena menurutnya hal ini cukup memberikannya waktu yang cukup singkat sampai ke kantor dan juga menghemat penggunaan bahan bakar.

Berbeda dengan pria yang tidak ingin namanya ditanyakan, Riyan salah satu warga dari wilayah Radio Dalam yang biasa menggunakan sepeda motor, melihat beberapa kejadian terkait dengan 3 in 1.

“Saya pernah melihat salah satu mobil tidak mau mengangkut pemberi sewa untuk 3 in 1 kemudian mobilnya di stop polisi, di jalan Gatot Subroto,” ujar Riyan yang sempat berpapasan dengan mobil tersebut, yang ternyata pemilik kendaraan adalah warga dari etnis Tionghoa.

Riyan bahkan menangkap jika si pemilik mobil marah-marah sambil menunjuk kemana-mana, dan akhirnya Riyan melihat mobil tersebut kemudian di lepas oleh polisi.

Dan kejadian seperti ini bukan yang pertamakali dilihat oleh Riyan, dan semua pemilik kendaraan ternyata kebanyakan dari warga etnis Tionghoa.

“Mungkin mereka takut mengangkut para penyewa jasa, lagian kalau sampai 2 orang yang diangkut dirasakannya mungkin kerugian yang dirasakannya,” ujar Riyan sambil tertawa.

Salah saru rekan Riyan yang duduk bersama, juga ikut berkomentar, menurutnya hal inilah yang memicu hingga Ahok ingin menghentikan aturan 3 in 1.

“Mungkin Ahok mendapat laporan dari sesama mereka (etnis Tionghoa) kalau justru 3 in 1 membuat mereka rugi besar,” ujarnya sambil tertawa.

Riyan sendiri menganggap jika Ahok sebenarnya malah menyusahkan rakyat kecil, ” Ahok itu tidak pernah memikirkan rakyat kecil, saat ini malah memberlakukan larangan sepeda motor di jalan Sudirman dan Senayan,” ujar Riyan heran.

Menurut Riyan justru banyak pegawai yang memiliki sepeda motor, belum lagi para pengantar jasa yang banyak menggunakan sepeda motor, agar antaran mereka semakin cepat dinikmati.

“Saya ingin Kapolda tidak mengikuti kemauan Ahok yang hanya menyusahkan rakyat kecil seperti kami,” ujar Riyan yang meminta agar dirinya tidak di foto.

Sebelumnya pada Rabu (20/4) lalu di Balaikota, Ahok mengatakan akan melarang sepeda motor melintas di Jalan Sudirman dan Senayan, yang akan diberlakukan pada tanggal 1 mei.

“Lewat belakang gedung, kalau gak mau ya taruh motornya, pakai bus. Bus juga sudah 30 detik kok lewat, nanti ada MRT kan, kalau sudah selesai juga makin banyak lagi busnya,” ujar Ahok, menyarankan kepada pemilik motor.

(Jall)

loading...