PB, Jakarta – Sebagai partai pendatang baru, Partai Priboemi di isi oleh para tokoh-tokoh nasional yang selama ini lebih banyak menjadi rekan-rekan para tokoh Nasional yang sering muncul di berbagai media.

Keberadaan partai dengan nama Partai Priboemi bukan hanya sekedar slogan, “kami ingin memperlihatkan eksistensi partai yang benar-benar memperjuangkan kepentingan pribumi,” ujar Heikal Safar selaku Sekretaris Jenderal partai.

Namun menuju legalitas hukum ternyata bukan hal yang mudah untuk Partai Priboemi. Seusai melakukan deklarasi pada tanggal 17 Agustus 2015 di Grand Sahid Hotel, partai ini terus berupaya agar bisa masuk dalam pemilu tahun 2019 nanti.

“Kami telah mengajukan semua persyaratan di Kementerian Hukum dan HAM, namun sampai ini kami belum mendapatkan pemberitahuan apapun,” ujar Heikal yang dikenal tidak pernah putus menyerah demi perjuangan untuk menjadikan Partai Priboemi sebagai wadah untuk masyarakat Pribumi.

Terkait dengan penulisan dengan ejaan lama, Heikal menjelaskan jika mereka memang ingin mengembalikan “rasa” pada waktu perjuangan Indonesia melawan penjajah.

Sementara dalam penulisan Priboemi dengan huruf E dimiringkan, sambil bercanda namun serius, Heikal mengatakan jika Partai Priboemi lahir ketika ekonomi menjadi sangat timpang, “akan kami luruskan jika sudah membuat ekonomi Indonesia menjadi kuat,” ujarnya tersenyum.

Partai Priboemi awalnya diketuai oleh H. Muhardi namun dalam perjalanan waktu, Muhardi akhirnya pindah ke sebuah partai yang sudah memiliki legalitas dari Menkumham, Partai Republiku Indonesia.

Dan tampuk kepemimpinan sementara diserahkan kepada Bambang Smit yang diketahui sebelumnya menjadi Ketua Harian Partai Priboemi.

Perjuangan untuk bisa menjadi partai yang lolos pemilu berikutnya, memang bukan hal yang mudah, namun Partai Priboemi ternyata di isi oleh orang-orang yang memiliki jiwa petarung dan optimisme yang sangat tinggi.

“Kami tidak menjanjikan, tapi kami akan berupaya keras untuk bisa menjadi salah satu partai yang akan bisa maju bersama partai lainnya,” ujar Heikal.

Dari beberapa kali penelusuran, pembawaberita.com mendapatkan informasi jika Partai Priboemi kesulitan menjadi partai legal, dikarenakan menggunakan nama Pribumi.

Dan hal inilah yang menjadikan Partai Priboemi terkatung-katung dalam legalitasnya, bahkan menurut sumber, kalaupun bisa lolos dari Menkumham, akan terganjal di KPU.

“Sangat sulit (legalitas partai) mas, tapi dengan kalau terus berjuang dan seijin Allah bukan tidak mungkin,” ujarnya dengan tersenyum.

Bahkan beberapa tokoh-tokoh nasional, tidak kurang dari para Purnawirawan TNI dan Polri juga ikut mendukung berdirinya partai yang beralamat di Jalan Pejambon Nomor 1, Gambir, Jakarta Pusat.

(Jall)

loading...