PB, Jakarta – Ternyata selama ini Sekretaris Daerah DKI Jakarta, DR, H. Saefullah M. Pd mendapatkan suntikan uang sebesar Rp. 100 juta dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Ahok, seperti yang dimuat di Kompas.com jika uang yang diberikan oleh Ahok tidak ditanyakan untuk apa kegunaannya, sementara asal uang tersebut juga tidak jelas darimana.

“Ini saya kasih uang Rp. 100 juta ya setiap bulan supaya ada uang kalau ke masyarakat. Mau dipakai untuk membangun kampanye, mau gubernur juga boleh kok,” ujar Ahok.

Persoalan uang sebesar Rp. 100 juta setiap bulan kepada Sekda Saefullah menjadi pertanyaan besar bagi sejumlah masyarakat, terutama asal uang dan maksud peruntukkannya.

“Itu uang darimana ? Jabatan Gubernur itu jabatan politis, sementara Sekda itu jabatan birokrat, berarti secara tidak langsung sekda sudah dibeli oleh Gubernur,” ujar Yakub A. Arupalakka.

Yakub merasa heran, kenapa sekda mau saja menerima uang yang tidak jelas, “kalau tiba-tiba ternyata uang itu dari pemeriksaan KPK berasal dari gratifikasi, maka Saefullah juga ikut masuk bui,” ujar Yakub.

Yakub meminta Saefullah harus bisa memberikan jawabannya terkait dirinya yang sudah “dibeli” Ahok dengan harga Rp. 100 juta setiap bulan.

Yakub meminta KPK harus memeriksa Saefullah terkait dengan Rp.100 juta, yang dia terima setiap bulan, tanpa diketahui asal dana tersebut.

“Saya curiga uang itu berasal dari pengusaha yang sedang berkongsi dengan Ahok terkait proyek reklamasi,” ujar Yakub yang mengingatkan kejadian keberangkatan para pengurus mesjid yang awalnya diakui Ahok, ternyata pakai uang dari Agung Podomoro Land.

(Jall)

loading...