PB, Jakarta – Ahok dan pendukungnya rupanya memiliki musuh yang dianggap oleh mereka sebagai bagian dari “haters” atau pembenci, dan mereka disebut oleh pendukung Ahok atau biasa disebut kecebong dengan kelompok Jempol.

Pemunculan mereka menarik untuk dicermati. Karena tidak seperti Buzzer-buzzer lain yang seringkali mewakili kepentingan dan golongan tertentu, maka JR lahir dari kesamaan visi dan pandangan mereka terhadap permasalahan bangsa.

Kelompok yang sangat dibenci oleh Ahok dan pendukungnya bukan sebuah kelompok main-main, bahkan seorang Rustam Ibrahim, Pembina Lembaga Peneliti Pengkajian dan Pendidikan Ekonomi dan Sosial (LP3S) harus kalang kabut karena beberapa kali poling yang diadakan Rustam harus menerima kenyataan, jago Rustam Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama keok tanpa ampun.

Hingga akhirnya Rustam mau tidak mau berusaha mengejar apa motivasi dan siapa yang menjadi leader dari kelompok yang selalu membuat hestek menjadi Trending Topik Indonesia (TTI) di urutan pertama.

Bahkan kekompakan “Jempol Rakyat (JR),” demikian mereka menamakan dirinya, pernah membuat hestek yang hanya dalam waktu 34 menit menjadi TTI.

Salah satu akun @AjengCute16 menyampaikan pesan dari temannya di luar negeri, jika saat ini mereka ingin mengetahui kondisi terkini di Indonesia, mereka cukup melihat hestek yang dibuat oleh JR, karena hestek itu kadang menjadi acuan mereka yang diluar negeri.

Jempol Rakyat awalnya bermula dari 3 akun, yang salah satunya saat ini sedang menghadapi malasah hukum, “iya Bang Ongen adalah salah satu pencetus JR di sosmed Twitter,” ujar Ajeng yang sepengetahuannya dimulai ketika “perang” antara pendukung Jokowi dan Prabowo.

Namun saat itu belum begitu ramai, dan beberapa analis memperkeirakan jika JR akan mati dengan sendirinya usai pilpres yang dimenangkan oleh Jokowi.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, naiknya Jokowi menjadi presiden, dan Ahok naik menjadi Gubernur DKI Jakarta, kelompok JR semakin menggila, apalagi Ahok dan teman Ahok dan pengikut lainnya sering membuat kesalahan fatal yang membuka kebobrokan mereka sendiri.

Banyaknya pengikut JR menjadi fenomena tersendiri di dunia maya Twitter, bahkan beberapa politisi juga ikutan dengan menggunakan nama Jempol Rakyat di akun mereka.

“Kami bukan kader partai, kami hanya sekelompok orang yang tidak suka NKRI jadi arena permainan para petinggi negara, termasuk para penegak hukum,” ujar akun @Gemacan70.

Menurut @Gemacan70 persoalan adanya kader partai yang masuk dan mengakui dirinya sebagai JR tidak masalah, “Asalkan yang mengaku sebagai bagian dari JR, ketika partainya menjadi “musuh” JR jangan kaget, karena tidak ada yang terikat dengan partai manapun,” ujar @Gemacan70

Akun ini berharap dengan masuknya kader dan petinggi partai malah memudahkan JR buat mengingatkan partainya, “kita berharap agar kader partai yang membawa nama JR bisa memberikan masukan ke partainya, ini loh yang di inginkan rakyat,” ujarnya.

Anggota DPD Fahira Fahmi Idris juga sangat concern dan mengagumi JR bahkan Fahira tidak segan-segan mengikuti semua akun milik JR, sesuai dengan rekomendasi dari kelompok JR itu sendiri.

Namun bukan berarti perjalanan JR sendiri mulus tanpa hambatan, “kadang ada akun kloningan yang dibuat untuk memperdaya pengikut ataupun simpatisan JR,” ujar @Yatnoslax

Walaupun begitu bukan berarti JR lainnya diam, mereka berusaha mengingatkan satu dengan lainnya, agar tidak terperdaya dengan akun kloningan, yang dicurigai dibuat oleh para pendukung yang sering dikritik JR.

Selain pemimpin yang dianggap sangat tidak pro kepada rakyat, lembaga hukum lainnya juga kena semprot JR melalui hestek, contohnya KPK, ketika komisioner KPK yang memeriksa Gubernur Ahok dalam kasus Sumber Waras terkesan diam dan dianggap melindungi Ahok, melalui hestek KPK dibuat gerah.

Sampai saat ini jumlah personil Jempol Rakyat yang sebenarnya tidak ada yang tahu, “karena JR lahir dari ketidakpastian dan kesombongan para penguasa yang menindas rakyat kecil,” ujar @dapitdong.

Hal inilah yang menarik simpatik akun twitter lainnya untuk ikut membantu JR, walaupun mereka tidak menggunakan nama Jempol di akunnya, dan ditengarai semakin hari semakin banyak yang mendukung keberadaan JR.

Walaupun sering bersebrangan dengan kelompok Cebong, pendukung Ahok, namun bukan berarti JR membabi buta, “lihat saja ketika perseteruan antara salah satu pentolan cebong Dede Adhitya yang menyalahkan akun @alfiancandra88, yang juga pengikut Ahok, disalahkan dan difitnah Dede, justru akun pendukung JR yang mendukung Alfian, karena tahu itu memang fitnah, sesuai dengan bukti,” ujar akun Jempol Pribumi.

“Memang setiap hestek yang dibuat selalu dengan bukti yang ada bukan asal-asalan, selain hestek yang serius, terkadang ada juga hestek lelucon,” ujar @virusmampus.

Terkait dengan tuduhan para buzzer pendukung Ahok alias Teman Ahok alias Cebong, yang mengaitkan jika kelompok JR mendapatkan dana. Hal ini justru menjadi bahan tertawaan para kelompok JR.

“Hahahaa….kasihan juga mas mereka para cebong itu mencoba menuduh kami, sementara kita tahunya mereka memiliki sebuah daftar yang berisi nama, nama akun, dan nomor rekening, yang tersebar dan terindikasi jika merekalah yang menerima dana untuk menyerang kami,” ujar @virusmampus tertawa ketika dihubungi melalui DM.

(Jall)

loading...