PB, Jakarta – Munculnya nama Partai Nasdem sebagai salah satu bagian dari negosiator yang ikut membantu dalam pembebasan 10 Warga Negara Indonesia dari tangan Kelompok Abu Sayyaf di Filipina, membuat Mayjend (Purn.) Kivlan Zein angkat bicara.

“Pernyataan Menteri Luar Negeri RI adalah realitas, yang ada G to G, bukan pekerjaan politik. Jangan ada klaim ini pekerjaan Politik (Partai) Nasdem,” ujar Kivlan, mengingatkan.

Sementara Kivlan Zein yang juga salah satu Dewan Pembina di Media ini, www.pembawaberita.com, mengatakan jika pembebasan ini tidak menggunakan uang tebusan.

“Uang tebusan memang disiapkan oleh pihak perusahaan melalui anggotanya bernama Budiman, namun uang itu dikembalikan,” ujar Kivlan.

Sementara Kivlan dalam melakukan pembebasan, menggunakan lobi tingkat pertemanannya dengan Pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari, yang menjadi teman Kivlan ketika menjadi salah satu anggota Perdamaian di Filipina dari Indonesia tahun 1995-1996.

Selain nama Nur Misuari, juga ada Gubernur Sulu, Toto Tan, yang juga keponakan dari Nur Misuari yang ikut membantu melancarkan negosiasi hingga akhirnya pihak Abu Sayyaf meninggalkan ke 10 sandera di depan rumah kediaman Toto Tan.

Klaim yang dilakukan oleh Partai Nasdem rupanya menarik beberapa netizen, bahkan tidak sedikit yang mencemooh.

“Pencitraan yang tak elok,” tulis akun @FSheget.

“Nasdem kok ngawur, nasdem pengen tenar,” tulis @satyapartii, dan dilanjutkan dengan, ” Coba Nasdem kirim sana saja…heheheee.”

Saat ini masih ada 4 WNI yang ditahan oleh pihak kelompok Abu Sayyaf, dan Kivlan memastikan jika mereka akan kembali mencoba untuk menegosiasikan pembebasan mereka.

(Jall)

loading...