PB, Jakarta – Lagi seorang pria yang memiliki kelainan sex, yang biasa disebut sebagai penganut Lesbian, Gay, Transgender and Bisexual (LGBT) menghabisi nyawa pasangannya.

Pria yang diketahui bernama Ramsul ini berumur 15 tahun, masih berstatus sebagai pelajar kelas 1 SMK Samarinda, Kalimantan Timur. Ramsul nekad melakukan aksi kejinya dikarenakan takut ancaman pasangannya.

Korbannya bernama Imam (35), dikenal sudah memiliki keluarga, namun urusan sex ternyata Imam masih menyimpan kelainan, dan berusaha mencari teman kencan melalui jaringan sosial Facebook.

Dan disinilah kisah keduanya dimulai, dari beberapa kali chatting melalui Facebook, merasa ada kecocokan diantara mereka, akhirnya keduanya sepakat untuk bertemu.

“Dari pengakuan pelaku, setiap mereka melakukan pertemuan, korban sering meraba alat vitalnya,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang, Samarinda, Inspektur Satu Heru.

Rupanya Imam tidak puas dengan hanya meraba alat vital milik korban, karena sudah merasa mendapatkan “lampu kuning” dan juga cara untuk menekan pasangannya agar mau diajak berhubungan badan.

Ramsul langsung menolak permintaan Imam, tidak ingin lepas buruannya, setelah berulang kali diajak, dan selalu ditolak, akhirnya Imam mengeluarkan cara yang dianggap ampuh, dengan mengancam akan mengumbar ke media sosial perbuatan mereka dalam beberapa kali pertemuan.

Rupanya ancaman Imam berhasil, Ramsul ketakutan, namun ketakutan Ramsul justru berubah dan membuatnya menjadi nekad, dan jalan satu-satunya dengan cara menghilangkan nyawa Imam.

Akhirnya Ramsul menyetujui permintaan Imam untuk melakukan pertemuan, dan disepakati untuk bertemu pada akhir pekan, Sabtu (23/4).

“Mereka janjian lewat telpon, sementara Ramsul sejak Jumat sudah tidak masuk sekolah,” ujar Heru dalam keterangannya.

Ramsul sendiri sejak Jumat sudah mulai menyusun rencana dan menyiapkan segala keperluan, termasuk sebilah pisau untuk melancarkan aksinya.

Sabtu pagi tiba, untuk membuatnya lebih nekad Ramsul berkumpul dengan teman-temannya sambil berpesta miras, hingga pukul 10.00 wita, Imam muncul untuk menjemput Ramsul.

Keduanya lalu meluncur ke sebuah tempat yang dianggap Imam sepi dan cocok untuk memadu kasih dengan pasangan “brondongnya”.

Sementara Ramsul yang sudah dipengaruhi minuman keras, dan juga pisau yang sudah disiapkan sebelumnya, langsung melancarkan aksinya.

“Korban yang tidak sadar, begitu turun dari motor, pelaku langsung menghujamkan pisau kebagian leher korban,” ujar Heru menceritakan kronologis penusukan, dan korban tidak sempat membela diri, korban masih sempat terhuyung, namun darah yang keluar cukup banyak, akhirnya korban langsung rubuh.

Melihat korbannya jatuh dan mengerang, pelaku langsung melarikan diri, rupanya pelaku masih sempat memikirkan soal barang-barang milik korban, dan kembali ke TKP.

Sepeda Motor, HP dan uang korban akhirnya dibawa lari oleh pelaku, sementara korban sudah tidak bernyawa ditinggal begitu saja.

Senin (25/4) masyarakat menemukan korban dan langsung melaporkan ke Polsek yang langsung menuju TKP, usai menerima laporan, dan mayat korban dibawa untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil penelusuran akhirnya diketahui korban bernama Imam dan kerja intensif dari pihak Polsek, akhirnya terungkap. Berawal dari sepeda motor milik korban, akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan mengakui perbuatannya.

Pelaku saat ini mendekam dalam sel Polsek Sungai Kunjang, “Pelaku kami jerat dengan UU Pidana 340 KUHP jo 338 dan 365 KUHP, ancamannya 20 tahun penjara,” ucap Heru, yang juga melakukan koordinasi dengan pihak KPAI mengingat pelaku masih dibawah umur.

Secara terpisah, Heikal Safar yang juga salah satu pelindung pengajian di lingkungannya, mengatakan tidak ada yang namanya toleransi untuk LGBT di dalam Islam.

“Melalui hadish shahih, Nabi Muhammad SAW malah menganjurkan untuk melakukan tindakan secara tuntas,” ujar Heikal.

Namun menurut Heikal walaupun umat Islam boleh menghilangkan nyawa para pelaku Homoseksual, bukan berarti bisa begitu saja.

“Sampai dengan detik ini justru pelaku kejadian pembunuhan terhadap homoseksual justru dilakukan oleh sesama mereka,” ujar Heikal, yang yakin jika Allah SWT sudah mentakdirkan kejadian diantara mereka sendiri.

Heikal melanjutkan, Islam membuat aturan yang sangat keras kepada para perilaku LGBT, karena ingin menghapus dan menghilangkan faktor yang menyebabkan perilaku LGBT di lingkungan Islam sendiri.

“Perilaku mereka (LGBT) sudah melebih perilaku hewan, karena hewan tidak melakukan persetubuhan sesama jenis,” ujar Heikal.

(Jall/sumber)

loading...