Leicester City vs Chelsea : 2-1

Leicester – Gelar juara Liga Primer Inggris 2015 – 2016 akhirnya jatuh ketangan tim Leicester City. Kepastian  itu didapat setelah Tottenham Hotspur selaku pesaing terdekat hanya meraih hasil seri dengan skor 2-2 pada pekan ke-36, saat bertandang kontra Chelsea di Stamford Bridge, London, Selasa 3 Mei 2016.

Lantaran hasil imbang tersebut, Tottenham yang baru mengoleksi 70 poin tak mungkin lagi mengejar perolehan angka Leicester ketika kompetisi tersisa dua laga. Raihan poin ‘The Foxes’ – julukan Leicester, tidak akan terkejar oleh Spurs. Saat berita ini ditulis, Leicester mengoleksi 77 poin atau berjarak tujuh poin dari Spurs. Ini sekaligus menjadi gelar juara liga divisi teratas pertama bagi Leicester sepanjang 132 tahun sejarah klub tersebut.

Leicester City sukses mengukir prestasi yang bakal dikenang masyarakat pecinta sepakbola, mereka konsisten memuncaki klasemen sejak pekan ke -22, padahal trio bintang The Foxes, Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N’golo Kante tiga tahun lalu masih bermain di divisi Championship. Vardy hingga pekan ke -36 masih menjadi topskor dengan donasi 22 gol dan Mahrez 17 gol. Mahrez terpilih sebagai pemain terbaik liga Inggris musim ini versi PFA atau Asosiasi Pesepakbola Pofesional Inggris. Vardy punya peran besar dalam kesuksesan besar Leiscester musim 2015-2016.

Dibalik itu semua terdapat sosok berusia 64 tahun asal negeri pizza, Claudio Ranieri. Dialah sang arsitek yang berperan penting dalam meracik kedigjayaan tim Leiscester City. Ranieri manajer tertua di pentas Premier League merupakan pelatih asal Italia ke-3 yang berhasil menjuarai Premier League setelah Carlo Ancelotti bersama Chelsea dan Roberto Mancini dengan Manchester City.

Mantan klub legenda sepakbola Inggris, Gary Lineker pada awal musim ini sama sekali tak diperhitungkan mengingat di musim lalu mereka harus bersusah payah bertahan di Premier League setelah lebih banyak berkutat di jurang degradasi.  Komposisi tim hasil racikan Ranieri serta semangat juang pasukannya membuat goresan tinta emas Amazing Leicester di seantero Inggris Raya.

leicesterBeberapa hal menarik mengiringi langkah Leicester menjuarai Liga Inggris, diantaranya :

1. The Foxes butuh 48 kali tampil di Liga Inggris untuk menjadi juara. Rentang waktu itu merupakan yang terlama dalam sejarah klub Inggris. Leicester memecahkan rekor Derby County yang butuh waktu hingga 46 tahun untuk bisa menjadi juara 1971-1972.

2. Peter Schmeichel pernah mengangkat trofi Liga Primer Inggris bersama Manchester United. Kini, prestasi serupa berhasil dibuat sang anak, Kasper Schmeichel bersama Leicester City. Kasper-Peter Schmeichel menjadi pasangan anak-orangtua kedua yang bisa mengangkat trofi Liga Inggris. Sebelumnya ada Ian Wright  ketika juara bersama Arsenal dan sang anak, Shaun Wright-Phillips bersama Chelsea.

3. Riyad Mahrez dan Wes Morgan merupakan pemain pertama dari Aljazair dan Jamaika yang bisa membawa klub asal negeri Ratu Elizabeth menjuarai Liga Inggris.

Klub Leicester City juga melakukan 10 momen hebat di musim ini yang sudah kami rangkum.

1. Leicester 4 – 2 Sunderland (8 Agustus 2015)

Leicester membuka Liga Primer Inggris dengan hasil menawan. Menjamu Sunderland di Stadion King Power, Leicester sukses mengalahkan Sunderland dengan skor 4-2. Jamie Vardy mencetak gol pertamanya. Lalu disusul  dwigol Riyad Mahrez, dan Marc Albrighton.

2. Leicester 1 – 0 Crystal Palace (24 Oktober 2015)

Leicester mendapatkan laga clean sheet pertamanya di Liga Primer Inggris. Situasi itu terjadi ketika bersua dengan Crystal Palace. Leicester unggul 1-0 berkat gol Vardy. Leicester juga mencatatkan klub yang paling minim kebobolan.

3. Leicester 1 – 1 Manchester United (28 November 2015)

Sinar Vardy terus memberikan dampak positif bagi Leicester. Berkat performa impresifnya, Leicester mampu bersaing di papan atas klasemen. Vardy bahkan melewati rekor gol Ruud van Nistelrooy ketika membela Manchester United. Ya, Vardy sukses mencetak 10 gol secara berturut-turut ke gawang Aston Villa, Stoke City, Arsenal, Norwich City, Southampton, Crystal Palace, West Bromwich Albion, Watford, Newcastle United, dan United. Gol ke-10 Vardy tercipta ketika menjamu United di Stadion King Power 28 November 2015.

4. Leicester 2 – 1 Chelsea (14 Desember 2015)

Leicester mampu membalas kekalahan dari Chelsea pada lanjutan liga Primer Inggris. Pada pertemuan akhir April 2015, The Blues yang sudah dipastikan menjadi juara mampu mengalahkan Leicester 3-1 di Stadion King Power. Namun, musim berikutnya di tempat yang sama, giliran the Foxes  yang mempermalukan Chelsea. Ya, gol dari Vardy dan Mahrez membuat Chelsea tertahan di papan tengah.

5. Everton 2 – 3 Leicester (19 Desember 2015)

Tren positif Leicester terus berlanjut menjelang perayaan Natal. Tepat pada 19 Desember waktu setempat, Leicester mampu mengalahkan Everton di Goodison park dengan skor 3-2. Dua gol Mahrez dan sebiji gol Shinji Okazaki menjadi bukti kehebatan Leicester.

6. Tottenham Hotspur 0 – 1 Leicester (13 Januari 2016)

Target 40 poin yang diusung oleh Ranieri sudah diamankan Leicester sebelum menyambangi Stadion White Hart Lane 13 Januari 2016. Di pertandingan ini, tim tamu berhasil menang dengan skor tipis 1-0 berkat gol sundulan Robert Huth. Kemenangan tersebut membuat Leicester berpeluang meraih gelar juara setelah terpaut tujuh poin di belakang Manchester City.

7. Manchester City 1 – 3 Leicester (6 Februari 2016)

Leicester kembali mencuri perhatian publik dengan menunjukkan permainan atraktif. Bahkan, Leicester mampu membuat City tertunduk malu di Stadion Etihad lantaran keok dengan skor 3-1. Dwigol Huth dan satu gol Mahrez hanya dibalas oleh Sergio Aguero pada menit 87. Dengan kemenangan atas City, nama Leicester sudah dijagokan menjadi juara.

8. Leicester 1 – 0 Norwich (27 Februari 2016)

Leicester terus meraih tren positif sampai pekan ke-27. Gol semata wayang Leonardo Ulloa mengamankan tiga poin tambahan atas Norwich City. Gol Ulloa juga terkenal dengan adanya efek gempa berkekuatan 0,3 skala Richter yang disebabkan fan di kandang Leicester. Stadion King Power bergemuruh ketika gol penentu kemenangan atas Norwich tercipta di menit 89. Gempa 0,3 sudah direkam oleh seismograf atau alat pengukur gempa yang dipasang oleh mahasiswa geologi Universitas Leicester.

9. Leicester 4 – 0 Swansea (24 April 2016)

Sempat bermain imbang 1-1 kontra West Ham United, Leicester berharap meraih kemenangan. Alhasil, pada pertandingan kontra Swansea City, The Foxes unggul dengan skor 4-0. Gol dari Mahrez, Ulloa (dua gol), dan Albrighton menjadi pembeda. Leicester kian dekat menjadi juara.

10. Manchester United 1 – 1 Leicester (1 Mei 2016)

Leicester City tinggal mengamankan tiga poin untuk menyegel gelar juara Liga Primer Inggris. Namun, misi itu tidak mudah lantaran pada pekan ke-36 harus bertandang ke markas United di Old Trafford. Dan benar saja, United sempat unggul terlebih dahulu melalui aksi Anthony Martial. Namun, sang kapten Wes Morgan mampu menyamakan kedudukan. (Beb)

loading...