PB, Bengkulu – Terungkapnya kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap siswi Kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap, Kecamatan Ulak Tanding, Rejak Lebong, Bengkulu, mulai berdampak terhadap pelapor dari keluarga pelaku yang berjumlah 14 pemuda.

Menurut Teguh Putrajaya Guru dan juga Staff Tata Usaha di Sekolah korban, YY alias Yuyun warga Desa Kasi Kasubun, dirinya dan keluarga saat ini harus meminta kepada pihak kepolisian terkait adanya ancaman yang ditengarai berasal dari keluarga tersangka.

Bahkan menurut Teguh dalam setiap kegiatan aktifitasnya, terutama berangkat mengajar, Teguh harus membekali dirinya dengan senjata tajam, karena khawatir terjadi apa, akibat ancaman tersebut.

Namun Teguh bersama keluarganya saat ini merasa terintimidasi dengan ancaman tersebut, “terus terang kami ketakutan, atas ancaman yang disampaikan kepada kami dari warga lainnya,” ujar Teguh.

Namun Teguh, juga sempat kaget ketika tahu ternyata kasus Yuyun menjadi heboh secara Nasional.

Walaupun merasa adanya ancaman, Teguh sendiri tetap akan membongkar kasus ini sampai tuntas, dan tidak menyesal sama sekali, walaupun nyawanya harus menjadi taruhan.

Teguh sendiri selama menjadi Guru, sangat menyayangi Yuyun, selain pintar karena sering juara kelas, Yuyun juga dikenal sebagai salah satu pembaca Al-Quran, yang kadang selalu mengisi pengajian ketika ada warga yang meninggal dunia di desanya.

Bahkan sejak kematian Yuyun, pihak sekolah sempat mengadakan pembacaan yasinan di sekolah, yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, yang juga dihadiri oleh masyarakat setempat.

(Jall)

loading...