PB, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani kembali membuat heboh dengan pernyataannya, jika dirinya tidak mengetahui soal kasus pemerkosaan terhadap Yuyun gadis berumur 15 tahun.

Sementara kasus ini sudah menjadi heboh akibat Yuyun siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap, Kecamatan Ulak Tanding, Kecamatan Rejak Lebong, Bengkulu, harus menerima penyiksaan dan diperkosa, Yuyun yang dalam keadaan sudah tidak bergerak, dugaan polisi jika Yuyun sudah tidak bernyawa, namun sebagian lainnya masih memperkosa, hingga akhirnya jasad Yuyun dibuang ke jurang sedalam 15 meter.

Sesuai keterangan Kapolsek Padang Ulang Tanding (PUT) dari 14 pemuda pelaku, 12 diantaranya yang ditahan, mengakui jika mereka melakukan perbuatan keji tersebut, dalam keadaan mabuk minuman keras.

Sementara itu, salah satu tokoh Pemuda Malut di Jakarta, Darwis Sibua, heran dengan pernyataan Puan Maharani, yang tidak tahu soal kasus Yuyun.

“Apa saja sih yang dikerjakan dan perhatiannya terhadapa kondisi bangsa Indonesia ini ?” Tanya Darwis yang merasa heran seorang Menteri yang mengurusi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tidak tahu kasus yang sudah heboh, yang anak sekolah juga sudah tahu di wilayahnya saja sudah tahu.

“Yang menjadi pertanyaan sudah lebih dari setengah tahun, anggaran Rp. 140 milyar, untuk proyek Revolusi Mental dikemanakan ?” Ujar Darwis, yang berharap pihak kejaksaan, polisi atau KPK bisa memeriksa penggunaan dana tersebut.

Alasan Darwis, dikarenakan sampai saat ini untuk website Revolusi Mental yang diklaim baru menghabiskan Rp. 20 jutaan sekitar 6 bulan lalu, justru tampak sama dengan website yang menghabiskan dana Rp. 5 juta itupun tidak ada isinya sama sekali.

Bahkan Darwis meminta kepada Presiden Jokowi sebaiknya mencopot Puan Maharani dan tidak perlu dimasukkan ke kabinet, karena dianggap tidak mampu bekerja.

(Jall)

loading...