PB, Atambua : Satgas Pamtas Yonif 725/Woroagi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf. Nurman Syahreda, SE. pada Kamis (5/5/2016) kembali menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis Minyak Tanah sebanyak 5600 ton ke Timor Leste.

Dalam relesenya kepada pembawaberita.com (6/5/2016), Danyonif 725/Woroagi mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan lintas negara tersebut merupakan yang terbesar dalam kurun waktu 7 bulan terakhir sejak penugasan batalion asal Sultra ini ditugaskan di Perbatasan RI-RDTL. “Bulan Lalu kami juga berhasil menggagalkan penyelundupan BBM jenis Bensin dan Minyak tanah sejumlah 3,4 ton” sebut Nurman.

photo_2016-05-06_15-40-59Dikatakannya penggagalan penyelundupan BBM ribuan liter tersebut  berawal dari adanya informasi dari masyarakat kepada personel Pos Motaain PLB Satgas 725/Wrg.

“Bahwasannya akan ada penyelundupan BBM ilegal jenis minyak tanah  ke RDTL yang diangkut menggunakan truk tronton” ujar Nurman.

Kata Nurman, berdasarkan informasi tersebut maka Petugas Gabungan Bea Cukai dan Pos Motaain PLB Satgas Yonif 725/Wrg pada Kamis sore pukul 15.30 Wita melakukan pemeriksaan terhadap truk tronton yang dicurigai memuat BBM ilegal jenis minyak tanah. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraaan truk BCA Trans Ekspres  Nomor Polisis L 9077 VJ yang dikemudikan  Abdullah Kazim (46)   ditemukan 10 drum BBM ilegal jenis minyak tanah.

photo_2016-05-06_15-55-02Selanjutnya Sang Sopir yang beralamat di Jalan Raya Kencana Kota Kupang itu,  diinterogasi secara mendalam sehingga diperoleh informasi bahwa pemilik BBM ilegal tersebut adalah Cahyadi (40) yang beralamat di Terminal Bea Cukai PLB Motaain. Selain itu diperoleh informasi  Pengurus Exportir adalah Masury  serta  pemilik kendaraan bernama  Suryadi.

Setelah yakin tentang BBM tersebut tidak dilengkapi dokumen yang resmi, selanjutnya Pos Motaain segera melaporkannnya kepada Dansatgas Yonif 725/Wrg Letkol Inf. Nurman Syahreda, SE. yang kemudian segera menginformasikannya kepada Kapolres Belu AKPB Gede Arta SH. MH.

Pada pukul Pukul 16.30 Wita Kapolres Belu (AKPB Gede Arta SH. MH ) tiba di Kantor Bea Cukai didampingi Kepala Bea Cukai Belu  Abdullah Wahid Saleh, Danki 725/Wrg, Dantim Den Inteldam IX/Udayana , Kapospol Motaain Clementino Da Silva Motaain untuk melihat barang bukti secara langsung.

Pukul 16.35 Wita Kapolres Belu  memerintahkan  Kepala Bea Cukai Belu untuk melakukan pembongkaran, sehingga kepala Bea Cukai mengarahkan ke Kantor Pelayanan Bea Cukai Atapupu untuk melakukan pembongkaran.

photo_2016-05-06_15-30-05Pukul 17.15 Wita, pembongkaran dilakukan oleh Petugas Bea Cukai disaksikan oleh Kapolres Belu, Kepala Bea Cukai Belu, Anggota Denintel Dam IX/Udy, Anggota Satgas 725/Wrg, Anggota Buser Polres Belu.

Pukul 16.00 Wita, Petugas Bea Cukai menurunkan puluhan drum BBM ilegal tersebut dari bagian bak depan dan bak belakang truk tronton BCA Trans Ekspres Nopol L 9077 VJ yang ditutupi dengan dus dan barang kelontong.

Dari hasil barang bukti yang dibongkar, didapatkan  28 drum BBM jenis minyak tanah sejumlah 5.600 liter.

Pada pukul 19.00 Wita, pembongkaran selesai dilakukan oleh Petugas Bea Cukai.

Danyonif 725/Woroagi menambahkan saat ini kasus tersebut dalam penanganan Pihak Polres Belu dan Bea Cukai Belu. (Enel-Sultra)

loading...