PB, Jakarta – Selaku Ketua Organisasi Heikal Center yang banyak bergerak di bidang Kebudayaan, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan, Heikal Safar cukup kaget ketika pemaparan yang disampaikan para calon pimpinan Kepala Daerah DKI Jakarta yang hadir di acara Konvensi Menuju 1 Cagub Muslim

Mengambil tema Menuju Jakarta Berkah, Bersih dan Beradab, pihak penyelenggara Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) oleh Heikal Safar dianggap berhasil menjaring para calon untuk memberikan pemaparan mereka.

GMJ sendiri, biasa disebut Gerakan Masyarakat Jakarta, beberapa waktu lalu berhasil menggiring pengikutnya yang berjumlah ribuan orang di depan KPK terkait dengan penyelesaian kasus Sumber Waras, dimana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap sebagai aktor utama dalam kasus penyelewengan anggaran Pemprov DKI yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 191,3 Milyar, atas hasil audit BPK.

IMG-20160508-WA0011_1_1

IMG-20160508-WA0009_1

IMG-20160508-WA0016_1

IMG-20160508-WA0015_1Heikal menyoroti kemampuan para kandidat yang maju berada dalam pemaparan, ” saya sebagai seorang muslim, bangga dengan hasil pemaparan mereka, sangat luar biasa,” ujar Heikal kepada pe!bawaberita.com.

Acara yang diselenggarakan di Graha Pertamina Lantai 12 Kompleks Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina, Kebayoran Selatan, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 wib, dijadwalkan mengahdirkan 20 peserta balon Gubernur DKI Jakarya.

“Yusril juga dijadwalkan hadir, namun dari keterangan pihak panitia Yusril berhalangan karena sedang sakit dan berobat ke Philipina,” ujar Heikal.

Heikal sendiri kaget dengan konsep dan ide-ide para calon, baik yang masuk ke Calon Gubernur maupun Calon Wakil Gubernur.

“Seperti pak Benny Mokalu, beliau memberikan resep untuk mengatasi kemacetan, dan beliau tidak takut untuk melontarkan di depan para peserta lainnya,” ucap Heikal sambil menambahkan, Benny malah senang jika akhirnya nanti tidak bisa ikut dalam pertarungan, namun idenya bisa di adopsi oleh calon lainnya yang ikut bertarung.

Bagi Heikal kehadirannya kali ini juga untuk membuat Heikal Center dapat bersinergi kedepannya dengan pihak Cagub dan pasangannya, terkait dengan persoalan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat kecil di Jakarta.

Untuk segi budaya dan sosial, Heikal masih condong kepada Benny Mokalu, “Jakarta adalah kota multi etnis dan suku, namun kebudayaan Betawi harus tetap di nomor satukan, sebagai tuan rumah,” ujarnya mantap.

Heikal sebenarnya selalu diliputi perasaan tidak menentu tatkala keberadaan para pelaku budaya, khususnya anak-anak muda yang di anggap Heikal sangat kreatif, harus menjajakan salah satu ciri khas Betawi di sepanjang jalan.

“Ondel – Ondel adalah ciri khas Betawi, dan tidak ada di daerah lainnya, namun kreatifitas para anak muda dalam mengembangkan ondel-ondel, harus tergerus ke pinggir jalan demi hanya mendapatkan uang receh,” ujar Heikal sedih.

Selain Ondel-ondel Heikal juga sering menemukan beberapa pengamen yang menggunakan perangkat bahkan pakaian yang menjadi ciri khas suatu daerah.

” Ada seorang bapak tua dari Sumatera, sering melantunkan lagu-lagu daerah yang di iringi sebuah suling kecil hasil kreasinya sendiri,” ujarnya, namun yang membuat Heikal terperangah karena suling tersebut tidak ditiup menggunakan mulut, namun menggunakan sebuah balon untuk meniup suling tersebut.

 

IMG-20160507-WA0004_1Heikal juga sering menemukan para pengamen ibu-ibu yang sering berkelompok di sekitar penjual makanan di seputaran Blok M Plaza atau Blok M Square, dan membawakan tembang jawa diiringi alat yang mirip kecapi.

Terkait dengan itu semua, Heikal sudah mencoba membicarakan dengan salah satu calon, bagaimana untuk memberdayakan mereka dalam salah satu tempat, tanpa mengurangi rasa hormat kepada budaya itu sendiri.

“Ingat para turis dari luar negeri mencari apa yang tidak ada pada mereka, dan para pekerja seni yang sedang mengamen itu adalah salah satu daya tarik buat mereka di kota Jakarta,” ujar Heikal yakin.

Heikal sangat yakin keberadaan mereka akan menjadi salah satu pendukung pariwisata Kota Jakarta, hanya saja dirinya dengan Heikal Center tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan dari pemimpin daerah ini.

Berikut nama-nama calon dalam kriteria Gubernur Muslim Jakarta ;

1. Dr, H. Adhyaksa Dault

2. Ahmad Densu, SE, MM

3. Ali bin Tohir Al Husaini Al Habib

4. Asep Syarifuddin

5. DRS, Irjen Pol AJ Benny Mokalu SH

6. Darwin

7. Dr, Eggy Sudjana SH, M.Si

8. Ir, Firdaus Jufri, MT

9. Dr, Ichsanuddin Noorsy

10. Pardi SH

11. Rayyan R. Hasibuan

12. Ridwan Rahadian

13. Riza Villano

14. Dr, H. Robi Nurhadi

15. Sandiaga S. Uno MBA

16. Letjend TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

17. Sukimin

18. KH Dr, Syamsul Ma’arif

19. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra

20. KH. Yusuf Mansur

Heikal berharap siapapun yang menjadi Gubernur DKI Jakarta layak dari seorang muslim, mengingat warga Kota Jakarta mayoritas muslim, namun tetap mengedepankan etika, budaya, keutamaan kepada warga, dan juga bisa menjadi pengayom kepada siapa saja.

(Jall)

loading...