PB, Jakarta – Innalillahi Wainna Ilaihi Radjiun, salah satu putra terbaik Indonesia berpulang, Mantan Jaksa Agung dan Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan, Letjend TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib SH, MH sekitar pukul 06.00 wib meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Pancoran Jakarta Selatan.

Dari keterangan pihak keluarga, Almarhum memang memiliki penyakit, namun bukan jantung, almarhum akan disemayamkan di rumah duka Jalan Ceger Raya-TMII nomor 99 Jakarta Timur.

Andi Ghalib, demikian almarhum biasa akrab disapa, pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk India di jaman Presiden SBY sampai dengan tahun 2013, lalu masuk ke PPP dan menjadi Anggota DPR RI Komisi I.

Sebelumnya di jaman Presiden BJ. Habibie Andi Ghalib diangkat menjadi Jaksa Agung. Selama menjabat sebagai Jaksa Agung, Andi Ghalib adalah Jaksa Agung yang menyatakan mantan Presiden Soeharto terlibat korupsi melalui 7 buah Yayasan atas nama Soeharto.

Andi M. Ghalib selaku Jaksa Agung juga sebagai ketua tim investigasi kekayaan Soeharto, baik di dalam negeri dan di luar negeri, menyatakan di depan DPR RI, jika diketemukan harta senilai Rp. 24 Milyar di 72 Bank di dalam negeri dan Rp. 23 milyar di Bank Central Asia, dan tanah seluas 400 ribu hektar atas nama keluarga Cendana.

Andi M. Ghalib kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, juga diangkat sebagai Ketua Kerukunan Masyarakat Bone (KMB), dan H. Muhardi menjabat sebagai Wakil Sekjen.

Muhardi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Republiku Indonesia (PRI), merasa kehilangan salah satu sosok yang dia banggakan, baik sebagai saudara, kakak maupun pembimbing buat dirinya selama berkecimpung bersama di KMB.

“Saya paling banyak bersama beliau dalam keseharian, beliau orang yang enak diajak berdiskusi, saya belajar banyak kepada beliau, apalagi soal kehidupan di rantau orang,” ujar Muhardi kepada pembawaberita.com

Namun beliau juga memiliki tingkat disiplin yang sangat tinggi, selalu memberikan contoh yang baik, apalagi soal kepemimpinan, ” Tapi kalau berbicara soal hukum, beliau tidak main-main, tidak perduli siapapun,” ujar Muhardi yang sempat merasakan langsung ketegasan beliau dalam menerapkan hukum.

Saat ini Muhardi yang sedang menjalani kehidupan politik justru mendapatkan ilmu dari almarhum, dalam soal politik, “Beliau seorang TNI yang piawai, namun juga sukses di pendidikan, termasuk memiliki karir politik yang cemerlang, saya belajar banyak dari beliau dalam mengambil langkah,” pungkas Muhardi

Selamat jalan salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan, semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, Amin Ya Rabbal Alamin.

(Jall)

loading...