PB, Jakarta – Maraknya postingan foto yang beredar di dunia maya melalui jaringan sosial media, terkait dengan lambang dan identitas faham komunis, Palu Arit, rupanya cukup mengganggu para masyarakat Indonesia lainnya.

Bahkan sehari sebelumnya pihak Polsek Kebayoran Baru, sempat melakukan sidak di salah satu toko pakaian di bilangan Blok M Square dan pihak kepolisian menemukan sebuah lambang berupa gambar Palu Arit.

Selain menyita pakaian, pemilik toko juga ikut digelandang ke Polsek untuk dimintai keterangan, terkait asal muasal baju yang dijualnya di toko pakaian miliknya.

Sementara itu, di sosial media tidak kalah ramainya, diketemukannya oleh warga, kemudian di abadikan dengan foto HP, kemudian di posting melalui akun masing-masing, bahkan para pengikut dan teman di sosial media, ikut menyebarkan.

Dari pengamatan pembawaberita.com kebanyakan yang memakai baju lengkap dengan lambang palu arit adalah anak muda, bahkan tidak jarang dipakai oleh remaja yang masih berusia belasan tahun.

Namun berlakunya TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 mengenai larangan apapun yang berhubungan dengan ajaran Komunis, Marxisme-Leninisme, di bumi pertiwi Indonesia.

Baik TNI maupun Polri bisa langsung mengamankan jika diketemukannya warga yang memakai atribut komunis yang terkenal dengan ajaran yang tidak mengenal adanya Agama dan Tuhan.

Bahkan pihak TNI menghimbau kepada warga apabila melihat langsung mengabarkan kepada pihak Koramil atau Polres terdekat, agar bisa segera diamankan.

Heikal Center, melalui ketua sekaligus pelindungnya, Heikal Safar, mencurigai jika anak-anak ini malah menjadi korban dari suruhan oarang dewasa, ” Mereka mungkin sengaja lakukan itu, sambil melihat reaksi masyarakat, dengan cara mengumpankan barisan anak usia belasan, yang memakai baju berlambang PKI,” ujar Heikal.

Heikal merasa jika para penganut faham komunis yang ditengarai kebanyakan dari keturunan para dedengkot PKI, seharusnya sadar diri.

“Mereka (PKI) ini harusnya sadar dan belajar lebih banyak lagi, jangan mendukung dengan cara logika saja, kita punya Pancasila dan pada sila pertama disebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa,”ucap Heikal.

Artinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara hukum dan juga di dukung warga Indonesia masih percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa.

“Kesalahan terbesar mereka (penganut komunis) Indonesia bukan temapt yang tepat buat mereka berkembang, jadi silahkan pergi ke negara yang sudah menganut paham itu,” ujar Heikal yang sangat tidak setuju dengan pernyataan Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyatakan jika penggunaan baju dengan lambang komunis hanya untuk gaya-gayaan.

“Tidak ada yang namanya gaya-gayaan, gambar palu arit jelas adalah identitas komunis, dan harus ditangkap,” pungkas Heikal, yang berjanji seluruh anggota Heikal Center akan ikut membantu TNI Polri musnahkan Komunis di Indonesia.

(Jall)

loading...