PB, Jakarta – Pendukung dan pelaku keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah mulai melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian dari para pengikutnya.

Bahkan cara yang mereka lakukan sungguh sangat kurang ajar dengan mengedit foto tokoh nasional seakan-akan si tokoh juga ikut mendukung keberadaan faham yang tidak mengakui adanya Tuhan.

Kali ini yang menjadi korban mereka adalah putri mantan Presiden Soeharto, Siti Hediyati Hariyadi Soeharto alias Titiek Soeharto, ketika sedang melakukan panen padi jenis Soeharto di Bantul Jawa Tengah.

Foto aslinya Titiek yang sedang berada di tengah sawah, sedang melakukan panen padi. Tangan kanannya memegang arit untuk memotong padi dan tangan kiri memegang padi, namun salah satu pendukung Ahok mengeditnya dan mengganti dengan gambar palu, seakan-akan menggambarkan Titiek mendukung PKI.

Sementara seperti kita ketahui jika Presiden Soehartolah yang memerintahkan menumpas seluruh pendukung termasuk ormas-ormas yang berada di bawah naungan PKI, bahkan selama kepemimpinan beliau, setiap tanggal 1 Oktober selalu ada pemutaran film yang menggambarkan kebiadaban komunis yang membunuh dan menyiksa 7 Jenderal dan dimasukkan ke sumur di wilayah Lubang Buaya.

FB_IMG_1462910418770_1Adalah seorang pria bernama Romanus Sumaryo yang mengedit dan mengunggah foto tersebut melalui akun twitternya @vaiyo sambil menuliskan postingannya sebagai pengantar foto Titiek yang sudah diedit, seakan menantang pihak keamanan dan ormas, yang sepertinya ditujukan buat HMI dan FPI.

“Akankah ada ormas yg mempermasalahkan & aparat yg memanggil utk dimintai keterangan terkait pose palu arit ini ?” 

2016_5_11_1_51_15_74_AM_1“Ini sudah keterlaluan, Titiek tidak mungkin sehina demikian, dan Titiek tidak akan pernah mengkhianati bangsa dan orangtuanya sendiri,” ujar Febryan Adhitya Ketua Umum persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia yang juga dikenal dekat dengan keluarga Cendana.

“Saya peringatkan kepada Romanus, pasti akan ada akibat dari kekurang ajarannya,” ujar Febryan marah.

Sementara itu Darwis Sibua salah satu tokoh muda Maluku Utara di Jakarta menyayangkan pernyataan dari Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, yang menganggap jika para pemuda dan remaja yang memakai pakaian yang menggunakan lambang palu dan arit yang identik dengan PKI.

“Ini juga akibat dari pernyataan dari keduanya (LBP dan ZH) yang seolah memberikan ruang kepada pengikut dan pendukung PKI untuk semaunya saja,” ujar Darwis kecewa yang mengatakan jika tidak pantas keduanya mengeluarkan pernyataan demikian.

Sementara itu Heikal Safar selaku Ketua Heikal Center juga menyayangkan dipostingnya gambar tersebut, “apa yang dilakukan Romanus, harus segera disikapi oleh pihak keamanan, karena sudah melecehkan keluarga yang justru sempat menyelamatkan Indonesia dari faham Komunis,” ujar Heikal.

Bahkan Heikal melalui organisasinya akan ikut membantu pihak keamanan untuk memberantas PKI yang dianggap sangat tidak layak berada di NKRI.

(Jall)

loading...