PB, Jakarta – Berita kejadian pemerkosaan saat ini bisa dikatakan sudah sangat memprihatinkan, ketika para pelaku memilih korbannya tanpa memandang bulu, hingga balita harus menjadi keganasan para predator ini.

Ada kasus Yuyun siswi SMP yang harus menerima kebejadan 14 pemuda yang belum juga genap berusia 20 tahun, Yuyun sendiri ditengarai sudah meregang nyawa, namun para pemerkosa masoh saja melanjutkan aksi bejadnya.

Sementara di Sulawesi Utara seorang remaja putri harus menerima kenyataan dirinya dipaksa melayani nafsu 19 orang pria, dan dua diantaranya adalah penegak hukum dari kepolisian.

Heikal Safar dari Komunitas sekaligus ketua Heikal Center yang diundang bersama Irjend Polisi Benny Mokalu di acara “Indonesia Melawan Kekerasan Seksual” kamis (12/5) di Rumah Kuliner Metropol Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat, mengatakan Indonesia saat ini sudah masuk kategori darurat pemerkosaan.

IMG-20160507-WA0004_1Kepada pembawaberita.com, Heikal setuju jika kasus pemerkosaan dimasukkan kedalam kejahatan ekstrim, “Heikal Center, mendukung rencana presiden untuk memberikan hukuman yang lebih berat terhadap pelaku pemerkosaan,” ujarnya.

“Pemerkosaan sudah sampai pada tahap kejahatan ekstrim, dan UU pemerkosaan harus lebih berat lagi, karena korban mengalami trauma seumur hidup,” ujar Heikal.

Heikal melalui Heikal Center berencana untuk mensosialisasikan kejahatan seksual sebagai salah satu kejahatan yang tidak dapat ditolerir, bahkan Heikal lebih setuju jika hukuman untuk pelaku pemerkosaan tidak mengenal batasan umur, semua harus disamaratakan.

“Dan kalau boleh, pemerintah juga memasukkan hukuman bagi para pengguna HP yang menyimpan gambar atau video seks,” ujar Heikal, karena menurutnya, dari pengakuan para pelaku selain minuman keras juga mereka sering menonton film porno melalui HP.

IMG-20160512-WA0013_1_1Bahkan kalau perlu, ujar Heikal pihak kepolisian merazia semua tempat-tempat pengisian aplikasi yang tersebar di counter maupun tempat servis, “para pelaku gampang mengakses, karena banyak yang menawarkan film porno melalui pengisian di lokasi tersebut,” ujar Heikal.

Sementara itu, Megawati mengatakan persoalan kasus pemerkosaan khususnya bagi pelaku dan korban yang masih di bawah umur harus mendapatkan konseling, dan negara yang membiayai, karena menurut Megawati, kadang para pelaku dibawha umur, justru tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Selain dihadiri oleh Megawati, juga hadir Menteri Hukum dan HAM, Yasona H. Laoly yang menyetujui Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual, yang diajukan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

(Jall)

loading...