PB Jakarta : Jambore Hipmi PT  (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi) sedianya akan  diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2016 di Kampus STT Telkom, Bandung. Acara yang rencana akan  dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut akan diikuti oleh sekitar 4.000 mahasiswa dari berbagai negara di Asean dan Tanah Air. Sebanyak 10 negara di Asean telah menyatakan akan berpartisipasi dan mengirim delegasinya di acara tersebut.

Melalui tema yang diusung ” “Revolusi Mental, Jalan Tengah Membangun Entrepreneur Muda Berdaya Saing di Era MEA!”, akan mewarnai berbagai kegiatan jambore seperti konferensi, Workshop tentang Business Plan, Branding Plan, Sales Plan, Training tentang Leadership, Negosisasi dan berbagai acara menarik lainnya ujar Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (11/5).

bahlil-lahadalia-ketua-umum-himpunan-pengusaha-muda-indonesia_20160216_133515

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) / Bahlil Lahadalia

Indonesia perlu menciptakan lebih banyak pengusaha untuk menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menciptakan kepastian pendapatan. “Dengan Jambore ini akan mempromosikan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda terdidik dan produktif yakni mahasiswa. Pasalnya, berdasarkan survei Hipmi, sebanyak 80% mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia masih bercita-cita menjadi pekerja, belum mau menjadi pengusaha. Padahal, jumlah mahasiswa di Tanah Air terdapat sekitar empat juta orang. “Di sisi lain, lapangan kerja sektor formal dan informal sangat terbatas,” ujar Bahlil.

Indonesia baru memiliki 1,5% pengusaha dari sekitar 252 juta penduduk Tanah Air. Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 juta pengusaha untuk mencapai angka dua persen. Sedangkan di negara Asean seperti Singapura tercatat sebanyak 7%, Malaysia (5%), Thailand (4,5%), dan Vietnam (3,3%) jumlah pengusahanya. “Kita tidak lagi hanya mengandalkan pengusaha hanya karena nasibnya jadi pengusaha, tapi kita perlu mencetak banyak wirausaha muda by design,” ujar Bahlil.

“Bukan hanya sekedar melipatgandakan jumlah pengusaha, Indonesia juga perlu menciptakan pengusaha baru yang berkualitas dan terdidik yakni dari kalangan mahasiswa” lanjut Bahlil. Pengusaha berlatarbelakang sarjana ini akan memiliki kemampuan meningkatkan kapasitas usahanya serta akan kuat menghadapi persaingan yang semakin ketat di era masyarakat ekonomi Asean (MEA).

Selain gencar melakukan kampanye wirausaha ke berbagai daerah, pihak juga tengah berjuang bagi pengesahaan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewirausahaan menjadi Undang-Undang (UU) tahun ini. Pasalnya, selain akan melipatgandakan jumlah wirausaha baru, UU ini juga akan berdampak positif bagi kebijakan fiskal. penerimaan pajak negara akan melonjak bila semakin banyak pengusaha baru tercipta di Tanah Air. Dia memberi contoh, setiap satu perusahaan baru yang dibentuk terdapat 40% saham pemerintah dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) Badan, Pajak Pertambahan Nilai, dan PPh 21.(Hefrizal)

loading...