PB.Com,  JAKARTA  – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta,  Mohamad Sanusi kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (11/5/2016) Sanusi diperiksa sebagai tersangka kasus suap pembahasan Rancangan peraturan daerah (Raperda)  Reklamasi Teluk Jakarta.

Politisi partai Gerindra ini menjalani pemeriksaan di markas KPK selama lebih kurang tujuh jam.

Usai pemeriksaan, Sanusi mengaku dicecar seputar uang senilai USD 10 ribu oleh penyidik KPK.

Ia juga mengaku uang yang di sita dari brankasnya itu merupakan uang hasil dari bisnis propertinya pribadi.

“Itu bisnis saya properti,” kata Sanusi sesaat keluar dari Gedung KPK, Rabu (11/5/2016).

Uang tersebut menurut dia berasal dari bisnis propertinya yang berada di lokasi Thamrin City.

Diketahui, beberapa hari lalu tim penyidik KPK membongkar brankas milik Sanusi selaku tersangka suap pembahasan dua Raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Hasilnya, penyidik KPK berhasil mengamankan uang sebesar USD 10 ribu. Brankas tersebut tersimpan di kediaman Sanusi. (Beb)

loading...