PB, Jakarta – Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta menggelar pelatihan teori dan praktek penanggulangan bahaya kebakaran di kapal/Penyelamatan Kapal (PEK) Kamis, (12/5) yang berlangsung di Gedung Laut Natuna, dan di lapangan apel Mako Kolinlamil, Jakarta Utara.

Latihan Penyelamatan Kapal (PEK) 2016 ini terlaksana atas kerja sama Satlinlamil Jakarta dengan tim sosialisasi Pemadam Kebakaran Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam menghadapi sijago merah. Pelatihan ini rencananya dilaksanakan selama tiga hari dan akan berakhir pada Jumat  (13/5).

Sebanyak 155 orang personel militer jajaran Satlinlamil Jakarta, baik yang berdinas di Staf maupun anggota KRI mendapat pembekalan dari tim pelatih berupa teori maupun praktek mengenai teknik pemadam api yang benar dan efektif apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Sejak hari pertama kemarin para peserta dibekali terori di kelas dan sejumlah pengalaman yang pernah dialami tim sosialisasi Pemadam Kebakaran Pelindo II Tanjung Priok dalam menangani bahaya kebakaran yang terjadi disekitar wilayah Tanjung priok baik di darat maupun di laut/kapal.

Saat pembekalan teori di kelas para peserta pelatihan mendapat penceharan teori dari Perwira Staf Operasi (Pasops) Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian dan Mayor Laut (T) Roy Faizal yang jabatan sehari-harinya Kepala Kamar Mesin KRI Teluk Hading 538 dan dilanjutkan pembekalan dari tim sosialisasi Pemadam Kebakaran Pelindo II Tanjung Priok di bawah pimpinan Andri Hidayatullah dibantu du stafnya Ardian dan Sofyan.

Sedangkan pada hari kedua dan ketiga para peserta mendapat pelatihan praktek bagaimana teknik memadamkan api yang benar, efektif dan tidak membahayakan pada diri petugas pemadam itu sendiri. Pada sesi ini para peserta dihadapkan dengan praktek bagaimana memadamkan api yang sesungguhnya. Media api disiapkan tim di beberapa drum yang terisi bahan bakar minyak, para peserta dilatihkan untuk memadamkamnya dengan menggunakan media karung yang basah menutup titik api dan menggunakan alat pemadam semprot hingga padam.

Menurut Andri Hidayatullah yang sehari-harinya menjabat Kepala PMK IPC Pelabuhan Tanjung Priok, yang saat pelatihan bertindak selaku ketua tim menjelaskan kepada peserta bahwa menghadapi suatu kejadian kebakaran tidak perlu panik, dan langkah awal yang perlu diperhatikan adalah mengenali jenis kebakaran, kemudian perhatikan arah angin dari mana, lalu laksanakan pemadaman api dengan alat yang tersedia.

“Banyak kejadian kebakaran sering terjadi, ada yang dapat ditangani dengan cepat dan bahkan ada yang sama sekali tidak bisa diatasi. Apabila melihat dan menghadapi sebuah bahaya kebakaran, selain telah mengenali jenis kebakaran yang terjadi, sumber kebakarannya apakah berbahan minyak atau beraliran listrik. Disini petugas pemadam harus teliti dalam menggunakan alat pemadam yang tepat. Jangan hanya beralasan berniat memadam api supaya cepat dimatikan, malah sebaliknya karena petugas meggunakan alat pemadam yang salah akan berakibat fatal bagi dirinya,” tambah Andri seraya mencontohkan kepada para peserta untuk lebih faham.

Pembekalan kepada peserta pada hari pertama dan kedua berjalan lancar, dan kegiatan ini mengundang perhatian sejumlah pejabat Kolinlamil yang pada saat itu Kas Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Wolters Tappangan, S.H. di dampingi para Asisten Pangkolinlamil, para Kadis/kasatker dan Wadan Satlinlamil Jakarta serta para Kondan KRI turut hadir menyaksikan.

(Kamal/Dispen Kolinlamil)

 

 

 

 

loading...