PB, Makassar – Setelah melakukan pelayaran yang melewati laut jawa selama tiga hari dan dua jam, KRI Teluk Manado 537 yang dikomandani Letkol Laut (P) Priyo Dwi Saputro, akhirnya tiba di Makassar dan sandar di dermaga umum Pelabuhan Makassar untuk melaksanakan bekal ulang, Sabtu (14/05).

Selama pelayaran dari Jakarta menuju Makassar Sulawesi Selatan dengan cuaca laut yang sangat mendukung seluruh prajurit ABK KRI Teluk Manado 537 dan sebanyak 450 orang prajurit, pasukan dari kesatuan TNI AD Yonif 330 Raider Tri Dharma Linud Kostrad dari Cicalengka yang berada di bawah Kodam III Siliwangi berada dalam kondisi aman dan sehat-sehat.

IMG-20160513-WA0048

“Pelayaran dari Jakarta hingga ke Makassar berjalan lancar, cuaca laut sangat mendukung, gelombang laut kurang dan kondisi seluruk ABK KRI dan pasukan yang diangkut aman dan sehat-sehat,” ujar Komandan KRI Letkol Priyo.

Para prajurit dari kesatuan TNI AD Yonif 330 Raider Tri Dharma Linud Kostrad diangkut ke tempat penugasan baru menggantikan satuan tugas yang lama untuk melaksanakan pengamanan Wilayah Perbatasan RI – PNG.

Rencananya setelah selesai melaksanakan bekal ulang yaitu penambahan bahan bakar, penambahan air tawar dan penambahan logistis lainnya yang telah habis dipakai, kapal KRI Teluk Manado 537 akan melanjutkan pelayarannya menuju Ambon.

Untuk menghilangkan rasa jenuh para prajurit di atas kapal, ketika kapal sandar di dermaga pelabuhan Makassar, sambil melaksanakan bekal ulang para prajurit diberi ijin oleh Komandan KRI untuk melaksanakan pesiar ke darat secara terpimpin dan dengan disiplin dari pagi setelah apel penaikkan bendera hingga pukul 22.00 malam hari. Dan pada pukul 22.00 ini kembali dilaksanakan apel pengecekan kelengkapan personel.

Beberapa penekanan dari Komandan KRI untuk meningkatkan kewaspadaan prajurit setiap memberikan pengarahan diantaranya; Waspada terhadap bahaya kebakaran di dalam kapal tersimpan puluhan ton BBM yang setiap saat dapat meledak jika tersulut api; kapal menyimpan ribuan amonisi yang setiap saat bisa meledak karena panas/api; gunakan listrik dengan baik karena kapal ini terbuat dari besi dimana bisa setiap saat tersetrum/konsleting; seluruh prajurit di larang merokok disembarangan tempat terutama di dalam kamar tidur; dan untuk menghindari bahaya orang jatuh ke laut, ditekankan seluruh pasukan untuk tidak sandar dipagar atau berjalan dipinggir kapal, setiap pergerakan personel harus berdua.

IMG-20160513-WA0047

KRI Teluk Manado 537 adalah jenis kapal pendarat milik TNI Angkatan Laut yang dibangun di Jerman Timur oleh VEB Peenewerft, WolgastJerman Timur pada tahun 1977. Dan dibeli oleh pemerintah indonesia, masuk armadaTNI Angkatan Laut pada tahun 1995 yang diberi nama KRI Teluk Manado dengan nomor lambung 537 diambil dari nama sebuah teluk di Sulawesi.

Walau usianya terlihat begitu tua, namun kapal ini karena terawat dan terpelihara dengan baik secara terjadwal selama pengoperasiannya berada di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), kapal ini masih mampu mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut untuk melaksanakan pengangkutan pasukan dan logistik dengan kecepatan kapal 12 knot.

Kapal tersebut, KRI Teluk Manado memiliki berat 1,900 ton. Dengan dimensi 90,70 meter x 11,12 meter x 3,4 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 12,000 bhp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 18 knot. Diawaki oleh maksimal 42 pelaut. Masih mampu mengangkut kargo hingga seberat 600 ton.

Selain itu kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan radar MR-302/Strut Curve Air/Surface Search, 1 kanon laras ganda kaliber 37mm Model 1939, 1 Meriam Bofors 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 120-160 rpm, jangkauan 10 Km untuk target permukaan terbatas dan target udara, 2 kanon laras ganda kaliber 25mm.

(Kamal/Dispen Kolinlamil)

 

 

 

 

loading...