PB, Sulu – Abu Sayyaf jihadis telah membebaskan empat pelaut Indonesia pada Rabu setelah serangkaian negosiasi dengan mantan kelompok pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro di provinsi Filipina selatan Sulu.

Menurut Gubernur Provinsi, Totoh Tan, MNLF kepala suku Nur Misuari telah membujuk Abu Sayyaf untuk membebaskan para pelaut tanpa tebusan.

28-copy 27-copy 26-copy 19-copy 25-copy 22-copy 18-copy

Totoh Tan tamunya di rumahnya di kota Jolo. Hadir pula Istri Misuari, Tarhata, dan mantan jenderal angkatan darat Indonesia Kivlan Zein didampingi para pelaut – Mochammad Ariyanto Mijnan, Lorens Peter, Dede Irfan Hilmi dan Samsir dan menyerahkan mereka ke Tan.

Zein, yang juga sebagai Pembina di media pembawaberita.com  meminta bantuan Misuari – untuk kedua kalinya – dalam rilis yang aman dari para sandera yang dibebaskan di kota Indanan.

Zein juga penjelasan Tan pada peran Misuari dalam membujuk Abu Sayyaf untuk membebaskan para pelaut, yang semua anggota awak kapal tunda diculik bulan lalu di laut lepas provinsi Tawi-Tawi dekat perbatasan Sabah, dan membawa mereka ke provinsi Sulu.

“Itu upaya persuasif Islam MNLF bersama dengan militer dan polisi, serta pemerintah daerah dan provinsi. Tidak ada uang tebusan yang dibayar untuk kebebasan orang Indonesia, ” ujar Tan, ketua komite manajemen krisis lokal, mengatakan kepada surat kabar daerah Mindanao Exminer.

Para sandera sama sekali tidak bersedia berbicara, tetapi mereka semua berterima kasih dan menjabat tangan Tan, Wakil Gubernur  Sulu, Salur Tan juga hadir dalam pertemuan itu.

Zein juga memuji Misuari dan Tan dan pemerintah Filipina dalam peran mereka dalam mengamankan kebebasan orang Indonesia.

6-copy“Kami berterima kasih Saudara Nur, MNLF, Gubernur Tan dan pemerintah Filipina dan semua orang yang membantu dalam mengamankan pembebasan para sandera,” katanya.

Tan mengatakan para tawanan Indonesia dibawa ke rumah sakit militer di kota Jolo untuk pemeriksaan medis rutin sebelum diserahkan kepada para pejabat pemerintah Indonesia.

13-copy 11-copy 10-copy Bulan lalu, Misuari juga mengusahakan pembebasan 10 awak kapal tunda Indonesia yang diculik oleh Abu Sayyaf di provinsi Tawi-Tawi setelah Zein mengimbau MNLF untuk membantu Jakarta dalam membebaskan para sandera. Pelaut dibawa oleh MNLF di kediaman Tan lalu diserahkan kepada pihak berwenang.

Abu Sayyaf – yang berjanji setia dengan kelompok militan Negara Islam – masih memegang empat pelaut Malaysia, seorang pria Kanada, manajer resort Norwegia, seorang fotografer Belanda dan pemburu harta karun Jepang di Filipina selatan.

(Dengan laporan dari Ely Dumaboc)

Sumber : www.mindanaoexaminer.com 

loading...