PB, Jakarta – Sekretaris Kabinet Pramono Anung dengan tegas menyatakan jika saat ini Presiden Joko Widodo meminta agar pihak TNI Polri agar menghentikan kegiatan sweeping terkait dengan warga yang memakai baju dengan logo palu-arit yang di identikkan dengan Partai Komunis Indonesia.

Bahkan tidak tanggung-tanggung Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dengan terang-terangan mengatakan jika keturunan dari para pentolan dan pengikut PKI pada jaman dulu, tidak berarti harus ikut menanggung dosa dari orangtua mereka.

Jika sebelumnya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan juga berkomentar jika yang menggunakan baju dengan lambang palu arit tidak lebih dari sebuah gaya atau mode.

Namun tidak dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Ryamizard Ryacudu yang begitu marah ketika sebagian masyarakat secara terang-terangan mulai melakukan kegiatan yang bersembunyi dibalik sebuah kebebasan demokrasi, namun mengusung kegiatan untuk menunjukkan jika sebenarnya faham komunis di Indonesia tidak mati.

Bahkan Ryamizard meminta agar para pengikut dan pendukung PKI agar keluar dan menunjukkan diri, dan Ryamizard dengan tegas mengatakan jika mereka tidak mau menerima semua yang sudah ditetapkan oleh Negara Indonesia, silahkan keluar dan tinggal di negara lain.

Heikal Safar melalui Organisasinya Heikal Center juga tidak bisa tenang melihat keberadaan PKI yang dia anggap seakan-akan merasa bisa hidup berdampingan dengan warga yang mempercayai Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Orang Islam yang memperjuangkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dianggap teroris, sementara faktanya PKI sudah jelas sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Heikal Tegas.

Bahkan Heikal juga ikut mengomentari pernyataan Pramono Anung soal kelonggaran yang diberikan oleh negara secara tidak langsung kepada pendukung Faham yang tidak pernah percaya dengan adanya Tuhan.

“Pramono harus menyadari, pernyataannya dapat memberikan dampak pada pemakzulan terhadap Presiden Jokowi tanpa hormat,” ujar Heikal memperingatkan, jika saat ini berbagai elemen dan ormas masyarakat sudah mulai gerah dengan pernyataan dari pemerintah yang terlihat seperti memberikan kesempatan kepada PKI.

Menurut Heikal jika memang Pemerintah ingin membiarkan setiap orang melakukan keinginannya, terutama PKI dan faham Komunisnya, Leninisme dan Marxisme, maka jangan bereaksi jika daerah-daerah lain menyuarakan keinginan merdeka secara terbuka dan terang-terangan tanpa memperdulikan aturan yang telah tertulis dalam UU.

Saat ini Ketua Pemuda Pancasila Yapto juga sepertinya mulai “turun gunung” menyikapi persoalan maraknya pengikut dan pendukung PKI yang tidak mau bersembunyi lagi.

Dan Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan jika memang pemerintah terkesan lebih membela dengan memberikan kelonggaran, maka FPI siap turun tangan untuk melakukan persoalan PKI ini, bahkan Yapto dengan Pemuda Pancasila-nya, siap mendukung sikap FPI, bahkan mengingatkan kepada warga lainnya, jika FPI itu Islam, dan wajar jika mereka merasa keberadaan PKI hanya akan membuat kacau di negeri ini.

“Konstitusi negara ini secara pelan-pelan mulai digerogoti dari dalam oleh PKI, dan kami Heikal Center juga tidak akan tinggal diam, jika memang PKI memaksakan diri untuk bangkit dan meminta keberadaan mereka diakui, maka kami akan bersama berdiri dengan ormas dan kesatuan yang tidak menginginkan PKI ada di bumi Pertiwi,” ujar Heikal di Sekretariat Heikal Center di Kalimalang Bekasi.

Heikal menyatakan jika saat ini Heikal Center sendiri memiliki anggota yang dikatakan siap untuk maju sebagai salah satu benteng dari NKRI.

(Jall)

loading...