Sebanyak 27 orang mahasiswa dari sejumlah Universitas (USU, UNIMED, GRAHA KIRANA ) yang tergabung dalam Indonesia Future Society (IFS) Sumatera Utara, mendukung penuh gerakan penghijauan, penanaman dan perbanyakan bibit kemenyan (Batak: haminjon) melalui program Toba Green 2016, khususnya dikawasan hutan di Tapanuli. IFS sebagai salah satu wadah berkumpulnya para kawula muda berharap besar perbanyakan Haminjon, sekaligus sebagai salah satu pendukung untuk pemenuhan pencapaian program Danau Toba sebagai Monaco Of Asia.


 

Simalungun (PembawaBerita) – Harapan tersebut terungkap dalam kegiatan kunjungan sekaligus penanaman bersama bibit Haminjon dikawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) sektor Aeknauli milik PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL). Mereka menilai Haminjon harus dilestarikan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta (perusahaan), karena merupakan tanaman yang memiliki nilai sejarah dan budaya suku Batak.

“Kegiatan ini bisa dikatakan sebagai study banding dan ekowisata mahasiswa yang tergabung dalam IFS. Kenapa tujuannya ke TPL? Karena selain wisata kami juga ingin melihat langsung apakah sejumlah isu negative terhadap perusahaan ini benar adanya,” tutur Syahrul Akbar Ketua IFS Sumatera Utara, Sabtu (14/5).

Dalam kunjungan ke HTI sektor Aek Nauli para mahasiswa tidak ingin meningalkan kesempatan besar dalam penanaman bibit Haminjon. Mereka sangat antusias melakukan penanaman karena Haminjon adalah, tanaman vegetasi lokal yang mengeluarkan aroma khas untuk dijadikan bahan baku kosmetik, dan asap pembakarannya jadi pelengkap ritual sesuatu kepercayaan.

Selain itu para mahasiswa selama ini telah menaruh perhatian terhadap TPL, dalam hal pengelolaan hutan tanaman industri yang selama ini berhasil dikelola secara lestari dan berkesinambungan (sustainable). Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi posistif terhadap pemanfaatan alam, serta peningkatan perekonomian di berbagai elemen.

“Jujur kami selaku mahasiswa yang tergabung dalam IFS terkesan melihat sistem lestari berkesinambungan sangat berjalan di TPL. Apalagi program penanaman kemenyan ini adalah pengalaman baru bagi kami. Kami rasa memang harus ada dukungan dari banyak pihak agar fokus dalam pelestarian tanaman kemenyan ini. Sehingga kita tidak hanya menyampaikan isu negative tanpa berbuat sedikit pun terhadap pelestarian kemenyan,” ungkap mahasiswa Pasca Sarjana program Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara ini.

IMG_6708

Sementara itu mahasiswa juga dikenalkan dengan tanaman pokok industry penghasil milik TPL yakni ekaliptus (Eucalyptus sp). Tanaman ini merupakan bahan baku pabrik dalam menghasilkan pulp (bubur kayu). Secara umum mahasiswa diberi informasi mengenai perkebunan kayu lestari berkesinambungan, dengan luas total izin konsesi 188 ribu hektar, yang seluruhnya tersebar di 12 Kabupaten di Sumatera Utara.

Meskipun dengan luasan konsesi yang diberikan pemerintah hingga 70% dapat di tanami tanaman pokok, namun perusahaan tetap memberi porsi untuk konservasi hutan alam yang dipertahankan, sehinga fungsi lindung di konsesi HTI menjadi jauh lebih luas dari yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

“Lestari berkesinambungan adalah sistem yang diterapkan perusahaan dalam menjalankan bisnis Pulp. Sehingga sebagian hutan alam yang ada dan layak di kawasan HTI dibiarkan tetap menjadi hutan alam. Sistem ini dibentuk dalam program greenbelt (sekat antar kompartemen hutan tanaman), sempadan sungai di kiri-kanan sungai atau anak sungai, serta kawasan pelestarian plasma nutfah (KPPN) untuk menjamin tetap berlangsung dan berkembangnya hidup keanekaragaman hayati dalam bentuk flora dan fauna”, sebut Bedman Ritonga Humas TPL sector HTI Aek Nauli.

Jamson H. Tampubolon selaku Ketua Program Toba Green 2016 menyampaikan harapannya, “Agar program seperti ini dapat terus digalakkan oleh berbagai elemen masyarakat, sehingga kelestarian alam dapat terus terjaga dan diwariskan ke anak-cucu kita.”

Indonesia Future Society (IFS) adalah sebuah komunitas yang di inisiasi dan sekaligus menjadi wadah kreatif anak bangsa untuk melatih karakter kebangsaan dan menghasah jiwa kepemimpinan. Karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU), keberangkatan mereka ke sektor HTI TPL dilepas langsung oleh Rektor USU Prof. Runtung Sitepu.

Sumber : Ibas

Editor : Putra

loading...