PB,Kendari  : Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan pengusutan terkait kasus aborsi yang melibatkan oknum polisi berinisial Brigadir MT dan As (19).

Selain itu juga penyidik masih akan menambah keterangan dari saksi-saksi dalam kasus itu. Sala satu diantaranya adalah keterangan dari pihak keluarga yakni paman korban.

“Kami masih selidiki kasus itu, kami juga masih meminta om korban untuk bersedia jadi saksi,” ucap Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Ditreskrimum Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harjoni Yamin Selasa, (17/05/2016).

Menurut Harjoni,meskipun dalam kasus itu kedua belah pihak telah berencana untuk berkesepakatan damai, namun penyidik belum mendapatkan bukti akan hal itu. “Jadi sekarang masih tetap diproses,” katanya. “Iya saya menerima informasi dari kelauarga mereka berencana untuk menikah, itu berdasarkan keterangan dari keluarga AS,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam kasus itu jika terbukti unsur-unsur pidananya maka kedua pihak bisa dikenakan tindak pidana KUHP dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009. “Jika kasus itu masuk dalam unsur tindak pidana, ya termasuk yang membantu yakni kerabat yang terlibat ikut menggugurkan juga akan dikenakan KUHP,” terangnya.

Dijelaskannya, sejak awal dilaporkannya ke penyidik, pihaknya juga telah memintai keterangan dari orang tua AS. Untuk diketahui juga, oknum anggota polisi yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Anggotoa Kabupaten Konawe tersebut dilaporkan oleh orangtua As setelah menggugurkan janin secara paksa dengan cara memukul perut As. Akibatnya, As mengalami pendarahan.

Berdasarkan pengakuan As, dia dan pacarnya sudah tiga kali melakukan aborsi. Dua aborsi sebelumnya berjalan lancar dengan bantuan obat-obatan. Namun aborsi ketiga bermasalah. Diduga karena itu, Brigadir MT mengugurkan janin dengan cara kekerasan. Sekedar diketahui juga, AS saat itu masih berstatus sebagai mahasiswi pada salah satu kampus kesehatan di Konawe. (Nomilia)

loading...