PB,Kendari : Kepolisian Resort (Polres) Kemaraya, Kota Kendari, Sultra sampai dengan saat ini terus melakukan pengusutan kasus penganiayaan yang diduga melibatkan Wakil Bupati terpilih (wabup) Kabupaten Wakatobi  Ilmiati Daud sebagai terlapor.

Menurut Kapolsek Kemaraya IPTU Jimi Fernando proses masalah tersebut saat ini masih dalam tahap pemeriksaan Saksi-saksi diantaranya tukang ojek dan Ketua RT setempat.

“Kasus ini terus kami usut, dan sekarang masih tahap pemeriksaan saksi-saksi yang berada tidak jauh dari TKP” katanya saat ditemu sore tadi (17/05/2016)

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Di duga Pejabat Kabupaten Wakatobi terpilih  berinisial ID diduga melakukan tindak pidana pengaaniayaan di Jalan Jaya wijaya kecamatan Kendari Barat Kota Kendari,

Selasa (10/5) sekitar Pukul 17.00 Wita.

Korbannya berinisial SM (44)  warga Kasilampe Kelurahan Kendari Caddi kecamatan Kendari, Kota Kendari, melaporkan ID atas tuduhan penganiayaan, korban kerumah ID, setibanya di rumah ID, dan menhampiri sebuah mobil yang diduga Sebagai Wakil Bupati terpilih Wakatobi, saat menghampiri  mendapat perlakuan kasar dari yang berangkutan.

Kata Korban, diperlakukan dengan kasar dengan cara wajahnya diludahi, bahkan korban dijambak dan ditendang oleh ID.

“Pada saat saya menghampiri ID, ia langsung bilang kamu bikin apa disini, dari dulu saya melarang dekati kakaknya. Bahkan dia nyuru saya untuk tinggalkan kakaknya” ujar Korban SM saat ditemui di Polsek Kamaraya

Diakatakannya juga, saat korban membuka pintu mobilnya langsung dijambak oleh ID. Tidak hanya itu katanya korban juga ditendangi pada bagian perutnya bekas hasil operasi sesar.

Menurut korban Kejadian berawal pada Selasa (10/5) sekitar pukul 05.30 Wita. Korban juga mengatakan bahwa dirinya dicaci maki dan hendak diancam untuk dibunuh. Sedangkan penyebabnya katanya, ID itu tidak pernah menyetujui SM sebagai iparnya.

“Diamanapun saya ketemu dia, ia selalu memaksa untuk mengusir saya. Bahkan kemarin itu  kunci mobilnya ditarik dan diambil baru dibuang oleh ID. Dan kejadian itu terjadi dijalan wijaya kusuma tidak jauh dari pangkalan ojek

“Diamanapun saya ketemu dia, ia selalu memaksa untuk mengusir saya. Bahkan kemarin itu  kunci mobilnya ditarik dan diambil baru dibuang oleh ID. Dan kejadian itu terjadi dijalan wijaya kusuma tidak jauh dari pangkalan ojek,” katanya.  (Nomilia)

loading...