PB, Kendari ; Bertempat di Aula Sudirman  Rabu (18/5/2016), Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc  secara resmimembuka  acara pelaksanaan Parade Cinta Tanah Air.  Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian  Pertahanan RI dan Korem 143/HO tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan SMA/SMK dan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Kota Kendari.

Dalam sambutannya  Rido Hermawan mengatakan, reformasi tahun 1998 lalu telah berhasil mengikis  nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki oleh pelajar maupun mahasiswa.  “Generasi muda sekarang ini memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang sangat memprihatinkan” katanya.

image(8)Lanjut dia, semangat yang dulu pernah dimiliki oleh para pejuang Indonesia dimasa perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah banyak dilupakan, bahkan cenderung dinistakan. Jasa-jasa para pendiri bangsa yang rela mengorbankan diri dan harta benda demi untuk merebut kemerdekaaan bias oleh segelintir oknum yang yang ingin melihat bangsa ini hancur dan terpecah-pecah. “Ini tidak boleh terjadi, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa-jasa para pahlawannya, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghormati jasa-jasa para pejuangnya, bangsa yang besar harus menghargai karya anak negeri sendiri”. tegas Kolonel Zeni tersebut.

Dikatakannya pula Negara Indonesia adalah negara yang  kaya akan SDA dengan  memiliki SDM yang sangat memadai  untuk mengolah SDA yang ada. “Ini merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa kita agar kita menjadi bangsa yang terkemuka di muka bumi ini ” ujarnya.

image(7)Kolonel Rido juga mengatakan Parade Cinta Tanah Air  ( PCTA)  merupakan salah satu metode yang efektif dalam menumbuhkan perasaan cinta terhadap tanah air di kalangan pelajar dan mahasiswa ditengah gempuran arus globalisasi dewasa ini. Pelajar merupakan digital native yang lahir dan besar di era digital harus lebih dimotivasi, sehingga meskipun mereka lahir di masa yang serba instant dan memanjakan fisik serta mobilitas, namun mereka tetap sadar akan tugas dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

Selain itu kata dia  kegiatan PCTA ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kepada tanah air harus dimulai sejak dini, karena masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, khususnya pelajar. ‘ Mereka adalah calon-calon pemimpin, untuk itu sudah sepantasnya kita mencurahkan perhatian kepada pelajar, demi terwujudnya masa depan bangsa yang memiliki ketahanan nasional yang tangguh” kata mantan Danpusdikzi tersebut.

Dia menambahkan wujud dari rasa cinta tanah air tesebut adalah senantiasa berkarya yang terbaik, menjunjung tinggi profesionalisme dan bangga terharap hasil karya sendiri.  “Kalau jadi pelajar, belajarlah yang baik, kalau mau jadi guru jadilah guru yang baik ataupun kalau jadi tentara jadilah tentara yang baik’ pinta Rido.

Sementara itu Kolonel Inf Budi Setiawan Kepala Kordinator Daerah (Kakorda) Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan (PPKP) Sultra,  ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan kegiatan Parade Cinta Tanah Air  yang diselenggarakan bersama Korem 143/Halu Oleo  akan dilaksanakan dalam bentuk Lomba Debat/Diskusi. Lomba dibagi dalam 2 tingkatan yaitu Tingkat SLTA dan Perguruan Tinggi. Untuk tingkat SLTA Lomba  Parade Cinta Tanah Air di ikuti oleh 30 Tim dari 21 Sekolah SLTA Negeri dan Swasta diwilayah Kendari, sedangkan untuk tingkat Perguruan diikuti 30 Tim dari 7  Perguruan Tinggi di Kendari. ” Sedangkan juri Lomba PCTA diambil dari Universitas Halu Oleo  dan Personel TNI dari Korem 143/Haluoleo” pungkas Kolonel Budi Setiawan. (Enel-Sultra)

loading...