PB, Jakarta – Demo semakin meluas, keberingasan pihak keamanan ketika mengamankan demo mengakibatkan seorang ibu mengalami luka dibagian dahi.

Diperkirakan ibu yang mengenakan jilbab berbaju biru, sambil membawa tas ini terkena pentungan dari pihak kepolisian ketika massa mulai memaksa masuk kedalam gedung KPK.

Selain ibu, yang berasal dari luar batang tersebut, juga seorang bapak yang sudah cukup umur mengenakan pakaian khas daerah berwarna hitam juga menjadi sasaran amukan pihak keamanan.

Sementara pihak kepolisian yang sebelumnya sudah menggunakan gas airmata, kini mulai melakukan tindakan dengan menggunakan peluru karet untuk menghalau massa yang masih saja bertahan untuk menuntut KPK, menyelesaikan berbagai kasus, terutama penahanan Ahok.

Beberapa korban akibat terkena gas airmata dan peluru karet langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan petawatan.

Di sebuah aliran sungai kecil, tampak sepeda motor milik salah seorang anggota polisi, menurut salah seorang yang kebetulan berada di dekat lokasi mengatakan jika sepeda motor milik polisi tersebut memang dibuang oleh pendemo.

“KPK sudah keterlaluan, pertemuan antara Agus (Ketua KPK) dengan Jokowi selama kunjungan ke Korea maksudnya apa ?” Tanya Yakub marah.

Yakub mengartikan jika keikutsertaan ketua KPK dalam rombongan presiden, yang baru pertamakali terjadi sejak dibentuknya KPK, sebagai jual diri KPK kepada penguasa.

“Itu Agus mau minta jabatan, atau karena pengen jalan-jalan ke Korea ? Atau Agus memang tidak punya malu kepada rakyat, hingga mau saja menjadi ketua KPK tapi juga jadi kacungnya Jokowi dan Ahok ? ” tanya Yakub dengan nada tinggi.

Sementara itu kondisi saat ini di KPK lumayan berangsur redam, namun para pendemo terlihat mulai melakukan pergerakan mundur kembali ke wilayah masing-masing, namun sempat terdengar jika mereka akan kembali jika memang KPK tidak mengindahkan terkait dengan penahanan Ahok.

(Jall)

loading...