PB, Kendari : Pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama oleh  semua komponen bangsa. “Kalau TNI dan Polri saja, itu tidak akan bisa berbuat banyak dalam mengantisipasi gerakan terorisme” ujar Mayor Inf. Azwar Dinata, SH saat mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Peran FKDM dalam mencegah dan menangkal terorisme” pada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat di Kendari (19/5/2016).

Dikatakannya untuk mencegah, menghadapi dan menghancurkan berbagai aksi terorisme tersebut, semua komponen bangsa harus berkomitmen bahwa terorisme adalah musuh bersama dan harus dihadapi bersama. “Tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan aparat keamanan saja” ujarnya lagi

Azwar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Penerangan Korem 143/HO juga mengatakan masyarakat umum dapat berpartisipasi secara aktif dengan jalan melaporkan kepada aparat terkait bila menemukan hal-hal yang mencurigakan baik yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok yang nyata-nyata bertentangan dengan peraturan yang ada di Indonesia dan mengarah kepada tindakan anarkis dan memiliki dampak yang luar biasa bagi orang lain.

Menurutnya keterbatasan jumlah personel aparat keamanan di seluruh Indonesia  juga menjadi penyebab belum maksimalnya   aparat dalam melakukan deteksi dini terhadap aksi  terorisme tersebut. ” Bayangkan jumlah personel TNI yang hanya kurang lebih  lima ratus ribu, tentunya tidak cukup untuk mencover seluruh wilayah dan penduduk NKRI yang begitu luas dan banyak” katanya lagi.

Lanjutnya, saat ini TNI dalam hal ini TNI  Angkatan Darat masih mengandalkan kehadiran Bintara Pembina Desa  (Babinsa)  sebagai sumber informasi yang akurat dalam melaporkan setiap perkembangan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan di tengah masyarakat. “Babinsa itu adalah mata dan telinganya TNI, sehingga masih sangat dibutuhkan” ujar Mantan Kasdim 1417/Kendari itu.

Ditambahkannya di era reformasi sekarang ini, keberadaan Babinsa tetap sangat penting, baik untuk mendukung tugas pokok TNI dalam rangka OMP maupun OMSP. Dalam melaksanakan tugasnya, Babinsa selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan aparat terkait di Desa atau Kelurahan, dan juga tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dan elemen bangsa lain, dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tugas yang diembannya.

Oleh karena itu kata dia  peran serta seluruh komponen bangsa mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama  dan tokoh masyarakat dan para pemuda, ormas dan komponen bangsa lainnya sangat menentukan dalam mempersempit ruang gerak bagi kelompok teroris untuk melakukan aksinya.  “Demikian juga peran orang tua sangat efektif dalam mencegah masuknya dan berkembangnya faham radikalisme dan  terorisme khususnya dalam membina dan mengawasi anak-anak dan keluarga agar tidak terseret dalam perangkap jaringan terorisme” pungkasnya.  (Enel-Sultra)

loading...