PB, Jakarta – Rupanya Pemerintah Indonesia lagi senang-senangnya mencari anggaran dengan cara berutang ke luar negeri, dan sampai pada triwulan pertama, hingga akhir Maret 2016, jumlah utang pinjaman luar negeri sudah mencapai Rp. 3.271,82 triliun, yang terdiri dari pinjaman senilai Rp. 750,16 triliun dan Surat Berharga Nasional (SBN) senilai Rp. 2.521,66 triliun.

Angka ini oleh pihak Kementerian Keuangan, melalui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menganggap jika posisi utang pemerintah masih dianggap aman.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowadojo mengatakan saat ini Indonesia akan mendapatkan tambahan utang jangka panjang, dari Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp. 71,82 triliun, hingga akhir tahun 2020 mendatang.

Namun salah satu tokoh nasional, Rachmawati Soekarnoputri menganggap jika Bambang Brodjonegoro adalah salah satu menteri yang sudah kehilangan akal sehatnya.

“Anehnya menkeu blg hutang luar negeri sdh 316 milyar dolar masih aman! Tdk punya akal sehat se,baik2nya namanya hutang tetap mencekik leher,” tulis Rahmawati melalui akunnya @rsoekarnoputri.

Menurut Rahmawati inilah yang disebut dengan maksud mantan Presiden Soekarno jika kita adalah “Menjadi Bangsa Kuli” karena di masa depan kita hanya lakukan kerja paksa bayar utang.

Dan jelas sdh, INDONESIA TDK LAGI BANGSA BERDAULAT DAN MANDIRI, TDK BERMARTABAT, rezim penguasa menyerahkan diri ke-kuasaan asing, menjadi bangsa terjajah,” 

(Jall)

loading...